Katakata.id – Aksi koboi jalanan yang terekam video dan viral di media sosial akhirnya berujung di tangan polisi. Seorang pria berinisial ADK (46), yang diketahui merupakan pecatan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU), diamankan Satreskrim Polres Rokan Hilir setelah menodongkan senjata airsoft gun kepada seorang pengendara mobil di tengah kemacetan lalu lintas.
Peristiwa yang menyita perhatian publik itu terjadi di Jalan Rantau Bais–Bukit Timah, Kepenghuluan Bukit Timah, Kecamatan Tanah Putih, Kabupaten Rokan Hilir, Minggu (7/6/2026). Video aksi penodongan yang beredar luas di media sosial memperlihatkan seorang pria berdiri di tengah kemacetan sambil mengacungkan benda menyerupai pistol ke arah pengendara lain.
Tak butuh waktu lama, video tersebut memicu reaksi masyarakat dan menjadi perhatian aparat kepolisian. Satreskrim Polres Rohil melalui Unit Reaksi Cepat (URC) RAGA langsung bergerak melakukan penyelidikan dan penelusuran identitas pelaku.
Kapolres Rohil melalui Kasat Reskrim AKP Kris Tofel menjelaskan, pihaknya memanfaatkan analisis digital dan teknologi identifikasi milik Inafis Polri untuk mengungkap pelaku.
“Begitu video beredar, tim langsung bergerak melakukan penyelidikan. Dari hasil analisis dan pendalaman informasi di lapangan, identitas pelaku berhasil diketahui,” ujar Kris.
Berdasarkan hasil penyelidikan, insiden bermula saat terjadi kemacetan akibat sistem buka-tutup jalan. Saat itu ADK tengah dalam perjalanan dari Duri menuju Sungai Rokan untuk memancing.
Di lokasi kejadian, kemacetan semakin parah setelah sebuah kendaraan mencoba menyalip antrean di dekat SPBU. Situasi tersebut memicu adu mulut antara ADK dan seorang pengendara mobil bernama Marwaji.
Menurut polisi, ADK sempat turun dari mobil untuk menegur korban. Namun suasana memanas setelah terjadi saling balas ucapan yang membuat emosi pelaku memuncak.
“Pelaku mengaku tersulut emosi setelah mendengar ucapan dari korban. Kemudian ia kembali ke mobil dan mengambil satu pucuk airsoft gun jenis Glock 22 sebelum mengarahkannya ke korban,” jelas Kris.
Dalam rekaman video yang viral, terdengar suara korban dari dalam mobil berteriak, “Jangan main pistol!” sementara sejumlah warga berusaha menenangkan situasi agar tidak berkembang menjadi tindakan yang lebih berbahaya.
Setelah beberapa saat, pelaku menyelipkan kembali senjata tersebut ke pinggangnya. Korban kemudian memilih meninggalkan lokasi untuk menghindari konflik lebih lanjut.
Berbekal identitas yang telah dikantongi, tim URC RAGA Satreskrim Polres Rohil berkoordinasi dengan Satreskrim Polres Bengkalis untuk melakukan pencarian di wilayah Kecamatan Mandau dan Bathin Solapan.
Upaya itu membuahkan hasil pada Senin (8/6/2026). Menyadari identitasnya telah diketahui aparat, ADK memilih bersikap kooperatif dan menyerahkan diri kepada petugas di kawasan Jalan Lintas KM 9, Kecamatan Bathin Solapan.
“Pelaku datang sendiri menemui petugas setelah mengetahui dirinya sedang dicari. Saat diperiksa, ia mengakui seluruh perbuatannya sebagaimana yang terekam dalam video,” kata Kris.
Dari tangan pelaku, polisi mengamankan satu pucuk airsoft gun jenis Glock 22 serta pakaian yang digunakan saat kejadian sebagai barang bukti.
Polisi juga memastikan bahwa ADK merupakan mantan anggota TNI AU yang telah diberhentikan dari dinas militer.
“Benar, pelaku merupakan pecatan TNI AU,” tegas Kris.
Saat ini ADK telah dibawa ke Mapolres Rohil untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Penyidik masih mendalami kasus tersebut dengan meminta keterangan korban dan sejumlah saksi guna melengkapi berkas perkara.
Polisi mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpancing emosi saat berkendara, terutama di tengah situasi lalu lintas yang padat. Tindakan intimidasi maupun penggunaan benda menyerupai senjata di ruang publik dinilai berpotensi menimbulkan ketakutan dan mengganggu ketertiban masyarakat.
“Kami akan menindak tegas setiap perbuatan yang mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tutup Kris. (SID/HBN)
