Katakata.id – Dunia pers Indonesia kehilangan salah satu tokoh pentingnya. Sekretaris Jenderal Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Zulmansyah Sekedang, meninggal dunia pada Sabtu (18/4/2026) pukul 00.05 WIB di RS Budi Kemuliaan, Jakarta, akibat serangan jantung. Almarhum wafat dalam usia 53 tahun.
Kabar duka ini dengan cepat menyebar di kalangan wartawan dan memicu gelombang belasungkawa, khususnya dari daerah asal kiprahnya di Riau. Tokoh pers Riau, Novrizon Burman, turut menyampaikan duka mendalam. “Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Mohon maaf atas kesalahan almarhum, Al-Fatihah,” ujarnya.
Informasi yang dihimpun, jenazah almarhum diberangkatkan dari Bandara Soekarno-Hatta menuju Pekanbaru pada Sabtu pagi. Setibanya di Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II, jenazah langsung dibawa ke rumah duka di Perumahan Sakinah 2, Jalan Purwodadi, Sidomulyo Barat, Tuah Madani, Pekanbaru.
Setelah disemayamkan, almarhum akan dishalatkan di masjid sekitar kediaman dan dimakamkan di TPU Kartama. Sekretaris PWI Riau, Doni Dwi Putra, mengajak seluruh insan pers untuk memberikan penghormatan terakhir. Ia juga menyebutkan rekan-rekan wartawan dijadwalkan berkumpul di Kantor PWI guna menjemput jenazah di bandara.
Kepergian Zulmansyah menjadi kehilangan besar bagi organisasi PWI. Ia dikenal sebagai figur kunci dalam proses rekonsiliasi internal organisasi. Dalam kepengurusan hasil penyatuan yang dipimpin Ketua Umum Akhmad Munir, Zulmansyah dipercaya menjabat Sekretaris Jenderal PWI Pusat periode 2025–2030. Kepengurusan tersebut dikenal sebagai “kabinet persatuan” yang diumumkan pada September 2025, sebagai upaya meredam konflik internal dan memperkuat soliditas organisasi.
Penunjukan itu juga menjadi simbol penting rekonsiliasi, mengingat sebelumnya ia sempat menjabat sebagai Ketua Umum PWI versi Kongres Luar Biasa 2024 di tengah dinamika organisasi.
Zulmansyah Sekedang lahir pada 2 Juli 1972 di Banda Aceh. Ia menempuh pendidikan dasar hingga menengah di Aceh sebelum melanjutkan studi di Universitas Riau, jurusan Ilmu Administrasi Negara, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.
Semasa mahasiswa, ia aktif di berbagai organisasi, seperti Surat Kabar Kampus Bahana Mahasiswa, Mapala Sakai, serta Senat Mahasiswa. Ia juga aktif di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pekanbaru.
Dalam dunia profesional, Zulmansyah memiliki rekam jejak panjang di industri media. Ia pernah menjabat Direktur Utama Harian Sumut Pos, Komisaris Utama Posmetro Medan, Komisaris Rakyat Aceh, Komisaris Metro Siantar, hingga Komisaris Pekanbaru Pos. Ia juga pernah menjadi Direktur Utama dan Komisaris Riau Televisi (RTV).
Di bidang organisasi, kiprahnya tak kalah luas. Ia pernah menjabat Ketua LAPMI HMI Pekanbaru, Ketua Forum Pemimpin Redaksi Jawa Pos Group, Ketua Serikat Perusahaan Pers (SPS) Riau, hingga Ketua Penasehat Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Riau. Ia juga memimpin PWI Riau selama dua periode, 2017–2022 dan 2022–2027, sebelum dipercaya di tingkat nasional.
Selain itu, almarhum juga dikenal sebagai tokoh aktif di Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Riau. Ia pernah memimpin Badan Pengurus Wilayah Himpunan Pengusaha KAHMI (HIPKA) Riau bersama Fitriady Syam sebagai sekretaris.
Pelantikan pengurus HIPKA Riau kala itu dilakukan oleh Tengku A Rahman Alba dan dihadiri sejumlah tokoh, di antaranya Andi Faisal Jollong, Muntoha Ahmad, Ahmadsyah Harrofie, Yulisman, Mansyur, serta Muhammad Sahal.
Semasa hidupnya, Zulmansyah dikenal sebagai sosok tegas, organisatoris, dan vokal dalam menjaga marwah pers. Ia juga konsisten mendorong profesionalisme wartawan di tengah tantangan era digital dan maraknya hoaks.
Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi dunia jurnalistik Indonesia. Sosoknya akan selalu dikenang sebagai figur pemersatu yang berperan besar dalam memperkuat kembali soliditas PWI di tingkat nasional. Al-Fatihah.(Rilis)
