Katakata.id – Produk lokal punya potensi, tetapi tanpa pasar yang luas, pertumbuhan usaha bisa berjalan lambat. Persoalan inilah yang coba dijawab mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Andalas (Unand) melalui program UMKM Go Marketplace di Nagari Padang Sibusuk, Kecamatan Kupitan, Kabupaten Sijunjung.
Program tersebut digagas Cinta Permata Sari, mahasiswa KKN Unand Periode II dari Jurusan Ilmu Ekonomi. Fokusnya sederhana, tetapi penting: membantu pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) membawa usaha mereka masuk ke ekosistem digital dan menjangkau konsumen di luar nagari.
Bukan sekadar memberikan sosialisasi di dalam ruangan, Cinta memilih turun langsung ke lapak-lapak usaha warga. Ia menerapkan pendekatan human-centered melalui aksi jemput bola , mendatangi pelaku usaha satu per satu untuk melihat langsung persoalan yang mereka hadapi.
Setiap kunjungan menjadi ruang diskusi. Cinta berbincang dengan pemilik usaha mengenai aktivitas bisnis, kendala pemasaran, hingga sejauh mana mereka memahami penggunaan teknologi digital.
Sebelum mengajak pelaku usaha membuka toko daring, edukasi terlebih dahulu diberikan mengenai apa itu marketplace, bagaimana mekanisme penjualan melalui platform digital, serta peluang ekonomi yang bisa diperoleh.

Tujuannya bukan sekadar membuat akun, tetapi membuat pemilik usaha mampu mengelola tokonya sendiri.
Setelah memahami manfaatnya, pelaku usaha kemudian didampingi secara langsung untuk mendaftarkan toko mereka ke marketplace Shopee dan memanfaatkan Instagram sebagai salah satu sarana promosi.
Beragam usaha ikut mendapat pendampingan. Mulai dari toko skincare, parfum, sepatu, alat elektronik, barang pecah belah, hingga Bank Sampah Padang Sibusuk.
Keragaman tersebut memperlihatkan bahwa potensi ekonomi masyarakat di tingkat nagari sebenarnya cukup besar. Tantangannya adalah bagaimana produk-produk tersebut dapat ditemukan dan dikenal oleh konsumen yang lebih luas.
Dalam proses pendampingan, Cinta tidak berhenti pada pembuatan akun. Para pelaku usaha juga diberikan pemahaman mengenai cara mengunggah foto produk yang menarik, membuat deskripsi produk, hingga menjaga toko daring agar tetap aktif.
Pendekatan langsung di lokasi usaha membuat proses digitalisasi terasa lebih sederhana. Pelaku usaha yang sebelumnya menganggap marketplace sebagai sesuatu yang rumit dapat langsung belajar menggunakan toko digital sembari tetap menjalankan aktivitas jual beli mereka.
Bagi Cinta, digitalisasi UMKM bukan sekadar mengikuti tren teknologi. Lebih dari itu, kehadiran marketplace dapat menjadi salah satu pintu untuk memperluas pasar dan meningkatkan daya saing produk lokal.
Program tersebut pun mendapat respons positif dari para pelaku usaha. Pendampingan secara langsung membuat mereka lebih percaya diri untuk mencoba memasarkan produk melalui platform digital.
Jika selama ini pasar mereka sebagian besar berada di sekitar lingkungan tempat usaha, kini terbuka peluang untuk menjangkau konsumen dari luar Nagari Padang Sibusuk.
Program UMKM Go Marketplace akhirnya menjadi lebih dari sekadar kegiatan KKN. Ia menjadi langkah awal untuk mengubah cara pelaku usaha melihat pasar—bahwa batas wilayah nagari bukan lagi batas bagi sebuah produk untuk berkembang.
Dari lapak sederhana di Padang Sibusuk, mahasiswa KKN Unand mencoba membuka pintu menuju pasar yang jauh lebih luas: pasar digital.
Penulis: Cinta Permata Sari, Mahasiswa KKN Unand Periode II dari Jurusan Ilmu Ekonomi
Editor: Rasid Ahmad
