Katakata.id — Apa yang selama ini dianggap sekadar limbah dari kandang kambing ternyata menyimpan potensi untuk membantu pertanian. Di Nagari Padang Sibusuk, Kecamatan Kupitan, Kabupaten Sijunjung, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Andalas (Unand) mengembangkan pemanfaatan urin kambing menjadi Pupuk Organik Cair (POC).
Inovasi sederhana tersebut digagas Silvi Adelia Nasution, mahasiswa KKN Unand Periode II di Nagari Padang Sibusuk. Program ini berangkat dari kebiasaan sebagian masyarakat yang telah memanfaatkan urin kambing secara langsung untuk menyiram lahan sawah.
Melihat praktik tersebut, Silvi mencoba mengembangkan pemanfaatannya agar lebih luas. Urin kambing tidak hanya digunakan langsung pada lahan sawah, tetapi diolah terlebih dahulu melalui proses fermentasi menjadi pupuk organik cair yang dapat dimanfaatkan untuk tanaman, khususnya tanaman hortikultura.
Dari kandang yang sederhana, lahir peluang untuk menciptakan pupuk yang lebih bernilai guna. Program pembuatan POC tersebut dilakukan melalui sejumlah tahapan. Dimulai dari pengumpulan urin kambing, persiapan bahan pendukung, pencampuran, hingga proses fermentasi dalam wadah yang telah disiapkan.
Selama fermentasi berlangsung, proses pengolahan dilakukan dengan pengamatan secara berkala untuk memastikan POC dapat dihasilkan dengan baik.
Setelah proses fermentasi selesai, produk POC urin kambing kemudian diperkenalkan kepada petani melalui demonstrasi. Dalam kegiatan tersebut, masyarakat mendapatkan penjelasan mengenai proses pembuatan, pemanfaatan, hingga cara penggunaan POC pada tanaman.
Petani juga diperkenalkan pada pentingnya melakukan pengenceran dan menyesuaikan penggunaannya dengan kebutuhan tanaman agar aplikasi pupuk dapat dilakukan secara tepat.
Bagi Silvi, program ini bukan sekadar menghasilkan sebuah produk, tetapi juga membuka wawasan masyarakat bahwa sumber daya yang tersedia di sekitar mereka dapat dimanfaatkan secara lebih optimal.
“Urin kambing yang selama ini sudah dimanfaatkan masyarakat untuk menyiram sawah sebenarnya masih dapat dikembangkan pemanfaatannya. Melalui proses fermentasi, urin kambing dapat diolah menjadi pupuk organik cair yang lebih praktis dan dapat dimanfaatkan untuk tanaman, khususnya tanaman hortikultura,” ujar Silvi.
Menurutnya, pemanfaatan POC urin kambing diharapkan dapat memperluas penggunaan bahan organik dalam kegiatan pertanian masyarakat. Jika sebelumnya pemanfaatan urin kambing lebih banyak diarahkan untuk tanaman padi, pengolahannya menjadi POC membuka peluang pemanfaatan pada berbagai tanaman hortikultura.
Program tersebut juga menjadi contoh sederhana bagaimana persoalan di lingkungan sekitar dapat diubah menjadi peluang. Urin yang sebelumnya hanya dimanfaatkan secara langsung kini memiliki bentuk pemanfaatan yang lebih terarah setelah melalui proses pengolahan.
Selain menghasilkan POC yang telah melalui proses fermentasi, kegiatan KKN tersebut juga memberikan pengetahuan praktis kepada petani mengenai cara mengolah dan memanfaatkan urin kambing.
Harapannya, pengetahuan tersebut tidak berhenti selama kegiatan KKN berlangsung. Masyarakat dapat melanjutkan pengolahan secara mandiri dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia di lingkungan mereka.
Pada akhirnya, inovasi ini memperlihatkan bahwa teknologi pertanian tidak selalu harus rumit dan mahal. Dengan memanfaatkan apa yang tersedia di sekitar, mahasiswa KKN Unand mencoba menghadirkan solusi sederhana yang bisa diterapkan masyarakat untuk mendukung pertanian yang lebih berkelanjutan di Nagari Padang Sibusuk.
Penulis: Silvi Adelia Nasution, Tim KKN Nagari Padang Sibusuk
Editor: Rasid Ahmad
