Katakata.id – Komitmen menghadirkan layanan kesehatan yang inklusif bagi anak-anak penyandang disabilitas diwujudkan melalui kolaborasi Majelis Telkomsel Taqwa (MTT) Sumbagteng bersama Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) Perwakilan Sumatera Barat. Kedua lembaga tersebut menggelar Program Khitan Massal Disabilitas di Rumah Sakit Islam Siti Rahmah, Kota Padang, selama tiga hari, 8–10 Juli 2026.
Program ini tidak hanya memberikan layanan khitan secara gratis, tetapi juga memastikan setiap peserta memperoleh pemeriksaan kesehatan yang komprehensif sebelum menjalani tindakan medis.
Seluruh peserta terlebih dahulu mengikuti proses registrasi, pemeriksaan kesehatan menyeluruh, skrining oleh dokter spesialis, hingga pemeriksaan laboratorium. Tahapan tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi kesehatan setiap anak memenuhi syarat menjalani operasi khitan.
Dari 14 anak penyandang disabilitas yang mengikuti proses skrining, sebanyak sembilan anak dinyatakan layak menjalani tindakan khitan. Sementara lima peserta lainnya belum dapat menjalani prosedur medis karena membutuhkan penanganan lanjutan sesuai hasil pemeriksaan dokter.
Keputusan tersebut diambil sebagai bentuk komitmen penyelenggara dan tim medis untuk mengutamakan keselamatan serta kesehatan peserta.
Selain memperoleh layanan khitan secara cuma-cuma, seluruh peserta juga menerima bingkisan sebagai bentuk perhatian dan dukungan. Orang tua maupun wali peserta turut mendapatkan edukasi mengenai perawatan sebelum dan sesudah khitan agar proses pemulihan berjalan optimal.
Kepala Cabang IZI Sumatera Barat, Abdul Ghofur mengatakan program tersebut menjadi bukti bahwa kolaborasi berbagai pihak mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada MTT Sumbagteng atas kepercayaan yang diberikan kepada IZI Sumatera Barat. Program Khitan Massal Disabilitas ini menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap sesama dapat diwujudkan melalui kolaborasi berbagai pihak. Semoga kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat kesehatan bagi para peserta, tetapi juga menghadirkan kebahagiaan bagi keluarga mereka serta menjadi amal jariyah bagi seluruh donatur dan mitra yang terlibat,” ujarnya.
Perwakilan MTT Sumbagteng, Rosady Halid menegaskan kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen lembaganya dalam menyalurkan dana zakat, infak, dan sedekah kepada masyarakat yang membutuhkan.
Menurutnya, setiap anak, termasuk penyandang disabilitas, memiliki hak yang sama untuk memperoleh pelayanan kesehatan yang layak.
“Program Khitan Massal Disabilitas ini merupakan wujud kepedulian MTT Sumbagteng terhadap masyarakat, khususnya anak-anak penyandang disabilitas. Kami bersyukur dapat bersinergi bersama IZI Sumatera Barat, RS Islam Siti Rahmah, serta seluruh pihak yang telah mendukung terlaksananya kegiatan ini. Semoga kolaborasi ini terus berlanjut dan semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaat,” katanya.
Direktur RS Islam Siti Rahmah, dr. Erlinengsih, MARS menyatakan pihak rumah sakit berkomitmen memberikan pelayanan medis terbaik kepada seluruh peserta.
Ia menegaskan seluruh tahapan pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh agar tindakan medis yang diberikan benar-benar sesuai dengan kondisi kesehatan masing-masing anak.
“Setiap anak berhak memperoleh pelayanan kesehatan yang aman, nyaman, dan berkualitas, termasuk anak-anak penyandang disabilitas. Semoga kegiatan ini membawa manfaat bagi para peserta dan menjadi amal jariyah bagi seluruh pihak yang terlibat,” ujarnya.
Apresiasi terhadap program tersebut juga datang dari Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat. Perwakilannya, Alfajri menilai kegiatan itu menjadi implementasi nyata pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Menurutnya, kolaborasi antara lembaga zakat, dunia usaha, dan fasilitas kesehatan menjadi contoh pengelolaan dana umat yang amanah dan tepat sasaran.
Senada dengan itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat, dr. Aklima, MPH mengapresiasi penyelenggaraan program yang mengedepankan prinsip pelayanan kesehatan inklusif.
Ia menilai proses skrining yang dilakukan secara profesional menunjukkan bahwa keselamatan peserta tetap menjadi prioritas utama.
Program Khitan Massal Disabilitas ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam memperluas akses layanan kesehatan bagi anak-anak penyandang disabilitas sekaligus memperkuat sinergi antara lembaga zakat, dunia usaha, fasilitas kesehatan, dan pemerintah dalam menghadirkan program-program kemanusiaan yang berkelanjutan.
Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menginspirasi semakin banyak pihak untuk bersama-sama membangun layanan kesehatan yang inklusif, berkualitas, dan dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.(Sinthiya Adela Fitri/Rasid Ahmad)
