Katakata.id – Upaya mewujudkan tata kelola pemerintahan daerah yang efektif dan responsif di tengah keterbatasan fiskal menjadi sorotan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XV Asosiasi Sekretaris DPRD Kabupaten Seluruh Indonesia (ASDEKSI) yang digelar di Hotel Millenium Jakarta, Kamis (12/6/2026).
Dalam forum tersebut, Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri, Cheka Virgowansyah menegaskan pentingnya peran Sekretaris DPRD (Sekwan) sebagai penghubung strategis antara kepala daerah dan lembaga legislatif dalam mendukung efektivitas penyelenggaraan pemerintahan daerah.
Menurut Cheka, tantangan yang dihadapi pemerintah daerah saat ini semakin kompleks. Di satu sisi, struktur pendapatan daerah masih sangat bergantung pada dana transfer dari pemerintah pusat. Di sisi lain, masyarakat menuntut pelayanan publik yang semakin cepat, transparan, dan berkualitas.
“Kondisi ini menuntut pemerintah daerah untuk lebih cermat dalam mengelola anggaran. Efisiensi APBD tidak semata-mata dimaknai sebagai pengurangan belanja, tetapi bagaimana setiap rupiah yang dianggarkan mampu memberikan manfaat pembangunan yang maksimal bagi masyarakat,” ujarnya dikutip dari keterangan resmi.
Dalam konteks tersebut, peran Sekwan menjadi sangat penting karena berada pada posisi strategis yang menjembatani komunikasi dan koordinasi antara eksekutif dan legislatif.
Sekwan tidak hanya bertugas memberikan dukungan administratif kepada DPRD, tetapi juga memastikan seluruh proses kerja lembaga legislatif berjalan efektif sehingga tercipta harmonisasi dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah.
“Peran Sekwan adalah simpul koordinasi yang sangat strategis. Mereka menjadi penghubung antara kepala daerah dan pimpinan DPRD sekaligus memastikan dukungan teknis operasional berjalan dengan baik demi menjaga sinergi pemerintahan daerah,” jelas Cheka.
Selain menyoroti efisiensi anggaran, Cheka juga mengingatkan pentingnya mendorong lahirnya inovasi daerah yang berdampak nyata bagi masyarakat.
Ia mengungkapkan bahwa saat ini jumlah inovasi daerah di Indonesia telah mencapai puluhan ribu. Namun demikian, tantangan terbesar bukan lagi pada kuantitas inovasi, melainkan kualitas dan dampaknya terhadap pembangunan daerah.
“Inovasi tidak boleh berhenti sebagai laporan administratif atau sekadar memenuhi indikator penilaian. Yang terpenting adalah bagaimana inovasi tersebut mampu meningkatkan pelayanan publik, memperkuat daya saing daerah, dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal,” tegasnya.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan nasional sangat bergantung pada kemajuan daerah. Karena itu, sinergi yang kuat antara pemerintah daerah dan DPRD menjadi fondasi utama dalam menciptakan kebijakan yang efektif, efisien, dan berpihak kepada masyarakat.
“Ekonomi nasional yang kuat hanya dapat terwujud apabila ekonomi daerah tumbuh dan berkembang. Untuk itu, kolaborasi yang harmonis antara eksekutif dan legislatif harus terus diperkuat,” katanya.
Rakernas XV ASDEKSI menjadi momentum penting bagi para Sekretaris DPRD dari berbagai daerah di Indonesia untuk memperkuat kapasitas kelembagaan sekaligus menyamakan langkah dalam mendukung tata kelola pemerintahan yang lebih baik, inovatif, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
Di tengah tantangan fiskal yang semakin ketat, peran Sekwan kini tidak lagi sekadar administratif, tetapi juga menjadi motor penggerak sinergi dan efektivitas pemerintahan daerah menuju pembangunan yang lebih berkualitas.
Editor: Rasid Ahmad
