Katakata.id – BMKG merilis prakiraan cuaca Provinsi Riau untuk Senin, 6 April 2026, dengan kondisi yang didominasi cerah berawan disertai potensi hujan di sejumlah wilayah. Di saat yang sama, jumlah titik panas (hotspot) masih terpantau tinggi, terutama di Kabupaten Bengkalis.
Forecaster On Duty BMKG Riau, Indah DN, menyampaikan bahwa pada pagi hari cuaca diprakirakan berkisar dari udara kabur hingga cerah berawan. Hujan dengan intensitas ringan hingga sedang telah terpantau terjadi di sejumlah daerah seperti Kampar, Pelalawan, Siak, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, Kepulauan Meranti hingga Kota Pekanbaru.
Memasuki siang hari, cuaca cenderung cerah berawan hingga berawan. Namun, hujan ringan masih berpotensi turun di beberapa wilayah, antara lain Bengkalis, Kampar, Rokan Hulu, Siak, Kepulauan Meranti, serta Indragiri Hulu dan Indragiri Hilir.
Sementara itu, pada sore hingga malam hari, masyarakat diminta mulai meningkatkan kewaspadaan. Hujan ringan diprakirakan terjadi lebih merata, mencakup wilayah Rokan Hilir, Rokan Hulu, Kampar, Kepulauan Meranti, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, Pelalawan, Kota Dumai hingga Pekanbaru.
Kondisi serupa berlanjut hingga dini hari, dengan udara kabur hingga berawan dan potensi hujan ringan hingga sedang di Bengkalis, Kepulauan Meranti, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, serta Pelalawan.
BMKG juga mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang. Wilayah yang perlu waspada meliputi Rokan Hilir, Bengkalis, Kampar, Siak, dan Kepulauan Meranti, terutama pada sore hingga malam atau dini hari.
Di sektor kelautan, tinggi gelombang di perairan Riau diprakirakan berkisar antara 0,5 hingga 1,25 meter, yang masih tergolong rendah. Meski demikian, nelayan dan pengguna transportasi laut tetap diimbau berhati-hati terhadap perubahan cuaca.
Di sisi lain, update hotspot hingga pukul 23.00 WIB menunjukkan bahwa Provinsi Riau mencatat jumlah titik panas tertinggi di Pulau Sumatera, yakni 79 titik. Dari jumlah tersebut, Kabupaten Bengkalis menjadi penyumbang terbesar dengan 75 titik, disusul Kota Dumai dua titik, serta masing-masing satu titik di Kampar dan Pelalawan.
Tingginya jumlah hotspot ini menjadi perhatian serius, mengingat potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih mengintai di tengah kondisi cuaca yang dinamis.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang bisa terjadi sewaktu-waktu, serta turut berperan aktif dalam mencegah kebakaran lahan, khususnya di wilayah yang terdeteksi memiliki titik panas tinggi.(RSD)
