Katakata.id – Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali dilakukan secara intensif di wilayah Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Sabtu (4/4/2026). Tim gabungan yang terdiri dari Polda Riau, unsur TNI, pemerintah daerah, hingga perusahaan bahu-membahu menjinakkan api yang muncul di Desa Gambut Mutiara.
Kebakaran ini menjadi perhatian serius setelah titik api tidak terpantau dalam sistem Dashboard Lancang Kuning (DLK). Meski demikian, respons cepat di lapangan memastikan api tidak meluas dan segera ditangani.
Kepala Biro Operasi (Karoops) Polda Riau, Kombes Ino Harianto, yang turun langsung ke lokasi menegaskan bahwa penanganan karhutla tidak bisa hanya bergantung pada teknologi semata. Menurutnya, patroli darat dan koordinasi lintas sektor menjadi kunci utama.
“Kami tidak hanya mengandalkan sistem monitoring, tetapi juga aktif melakukan patroli dan koordinasi. Begitu titik api ditemukan, tim langsung bergerak melakukan pemadaman dan pendinginan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kebakaran terjadi di lahan gambut seluas kurang lebih 10 hektare dengan kondisi semak belukar yang kering. Cuaca panas, angin kencang, serta keterbatasan sumber air menjadi tantangan besar dalam proses pemadaman.
Medan yang sulit dijangkau turut memperumit upaya pemadaman. Namun, berkat kerja sama berbagai pihak, api berhasil dipadamkan dan kini hanya menyisakan asap di beberapa titik.
“Kondisi gambut yang kering memang membutuhkan strategi khusus. Tapi dengan kolaborasi yang solid, api berhasil kita kendalikan,” tambahnya.
Penanganan karhutla ini juga melibatkan sejumlah pejabat lintas instansi, di antaranya Dansat Brimob Polda Riau Kombes I Ketut Gede Adi Wibawa dan Asops Kodam XIX/Tuanku Tambusai Kolonel Inf Rendra Dwi Ardhani. Kehadiran mereka menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menghadapi ancaman kebakaran.
Bupati Pelalawan, H. Zukri, yang turut hadir di lokasi, mengapresiasi langkah cepat yang dilakukan tim gabungan. Ia menekankan bahwa penanganan karhutla membutuhkan kerja sama semua pihak, termasuk masyarakat.
“Ini bukti bahwa penanganan karhutla tidak bisa dilakukan sendiri. Harus ada kolaborasi antara pemerintah, TNI-Polri, perusahaan, dan masyarakat,” katanya.
Kapolres Pelalawan AKBP John Louis Letedara menambahkan, meski api telah berhasil dipadamkan, proses pendinginan masih terus dilakukan guna mencegah munculnya kembali titik api.
“Saat ini api sudah padam, namun masih ada asap di beberapa titik. Pendinginan terus kami lakukan. Untuk pelaku, masih dalam proses penyelidikan,” ujarnya.
Sebanyak 160 personel gabungan dikerahkan dalam operasi ini, melibatkan unsur Polri, TNI, BPBD, Manggala Agni, pihak perusahaan, serta Masyarakat Peduli Api (MPA). Koordinasi lintas sektor pun terus diperkuat agar potensi kebakaran dapat dideteksi dan ditangani sejak dini.
Upaya ini menjadi bagian dari komitmen bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus melindungi wilayah rawan gambut dari ancaman karhutla yang terus mengintai.(RSD/HBN)
