Katakata.id – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80 di Mapolda Riau berlangsung khidmat dan penuh makna, Rabu (1/7). Diawali dengan doa bersama untuk kebaikan institusi Polri, momentum tersebut menjadi ajang refleksi sekaligus peneguhan komitmen jajaran kepolisian dalam memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat.
Upacara peringatan dipimpin Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Riau, Brigjen Pol Hengky Haryadi, serta dihadiri Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Riau, para pejabat utama Polda Riau, dan tamu undangan lainnya.
Dalam rangkaian upacara, Polda Riau juga menganugerahkan tanda kehormatan Bintang Bhayangkara Nararya kepada sejumlah personel yang dinilai memiliki dedikasi, loyalitas, dan pengabdian tinggi dalam menjalankan tugas kepolisian.
Brigjen Pol Hengky Haryadi menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel Polda Riau beserta jajaran atas kerja keras dan dedikasi yang telah diberikan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di Bumi Lancang Kuning.
“Pada kesempatan ini, saya mengapresiasi seluruh personel Polda Riau beserta jajaran atas dedikasi dan kerja keras yang telah diberikan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” ujarnya.
Menurut alumni Akpol 1996 tersebut, keberhasilan Polri tidak hanya diukur dari banyaknya keberhasilan operasi kepolisian, tetapi juga dari meningkatnya kepercayaan masyarakat melalui pelayanan yang profesional, humanis, serta berpihak pada kepentingan publik.
Pada kesempatan itu, Brigjen Hengky juga mengumumkan kabar membanggakan bagi keluarga besar Polda Riau. Tahun ini, Polda Riau berhasil meraih penghargaan Nugraha Sakanti, salah satu penghargaan tertinggi yang diberikan Presiden Republik Indonesia kepada satuan kerja Polri yang dinilai berprestasi dan memberikan kontribusi nyata bagi bangsa dan negara.
“Tahun ini terdapat 10 Polda di Indonesia yang menerima penghargaan tersebut, salah satunya adalah Polda Riau,” ungkapnya.
Penghargaan Nugraha Sakanti diberikan berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 37/TK/2026, Keputusan Presiden Nomor 38/TK/2026, serta Keputusan Presiden Nomor 55/Polri Tahun 2026 yang dibacakan Sekretaris Militer Presiden, Mayjen TNI Wahyu Yudhayana.
Menurut Hengky, capaian tersebut merupakan buah dari kerja keras seluruh personel yang didukung penuh oleh masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan di Provinsi Riau.
“Penghargaan tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh personel yang tidak terlepas dari dukungan masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan di Provinsi Riau,” katanya.
Di tengah perkembangan situasi global yang semakin dinamis, Hengky menegaskan Polri dituntut untuk terus beradaptasi menghadapi berbagai tantangan keamanan, termasuk ancaman kejahatan lintas negara yang menjadi perhatian serius di wilayah perbatasan seperti Riau.
Ia menyebut Provinsi Riau memiliki posisi strategis karena berbatasan langsung dengan negara lain, sehingga rentan terhadap berbagai kejahatan transnasional, mulai dari peredaran narkotika hingga tindak pidana perdagangan orang (TPPO).
“Semoga di usia ke-80 ini Polri semakin profesional, semakin dekat dengan masyarakat. Polisi tidak bisa bekerja sendiri, harus bersama masyarakat. Kami mengharapkan partisipasi masyarakat karena Riau memiliki karakteristik yang spesifik, berbatasan langsung dengan negara lain sehingga menghadapi berbagai kejahatan transnasional seperti narkotika dan tindak pidana perdagangan orang. Semua itu harus menjadi musuh bersama,” tegasnya.
Menutup amanatnya, Wakapolda berharap penghargaan Nugraha Sakanti tidak hanya menjadi kebanggaan, tetapi juga menjadi pemacu semangat seluruh jajaran Polda Riau untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat sinergi dengan seluruh elemen masyarakat, serta menjaga kepercayaan publik yang menjadi modal utama dalam mewujudkan keamanan dan ketertiban di Provinsi Riau.(SID/HBN)
