Katakata.id – Upaya memperkuat pembinaan dan pendampingan bagi masyarakat mualaf terus dilakukan Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) Perwakilan Riau. Kali ini, IZI menghadirkan Kampung Bina Mualaf di Desa Sesap, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti, yang secara resmi diluncurkan pada Kamis (24/9/2026).
Program tersebut dirancang bukan sekadar sebagai kegiatan seremonial, melainkan menjadi ruang pembinaan yang berkelanjutan bagi masyarakat yang baru memeluk Islam. Melalui pendampingan dan pembelajaran agama secara rutin, para mualaf diharapkan memiliki ruang untuk belajar, bertanya, sekaligus memperkuat pemahaman dan praktik keislaman dalam kehidupan sehari-hari.
Di Desa Sesap, program ini akan menyasar 79 orang mualaf yang berasal dari 24 kepala keluarga (KK). Mereka nantinya mendapatkan pendampingan dan pembelajaran agama Islam secara rutin sebagai bagian dari upaya memperkuat pemahaman dan menjaga keistiqamahan dalam menjalankan keyakinan.
Program Kampung Bina Mualaf IZI secara khusus menyasar masyarakat mualaf dhuafa, terutama di wilayah yang menghadapi tantangan geografis dan sosial, termasuk kawasan 3T serta wilayah dengan masyarakat non-Muslim yang cukup dominan.
Peresmian Kampung Bina Mualaf di Desa Sesap dihadiri General Manager Dakwah IZI Sutanto, Kepala Perwakilan IZI Riau Linda Sari, Camat Tebing Tinggi Juwira Ratna Sari, S.Farm., Kepala Desa Sesap Jumri, serta masyarakat mualaf Desa Sesap.
Camat Tebing Tinggi, Juwira Ratna Sari, menyambut baik hadirnya program tersebut dan berharap pembinaan yang dilakukan IZI memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Dengan adanya program Bina Mualaf yang dilaksanakan IZI, semoga diberikan berkah dan manfaat bagi bapak dan ibu,” ujarnya.
Sementara itu, GM Dakwah IZI Sutanto mengatakan keberadaan Kampung Bina Mualaf diharapkan menjadi ruang pembinaan yang berlangsung secara berkelanjutan.
“Semoga dengan adanya program ini, masyarakat Desa Sesap semakin istiqamah dalam mendalami Islam, serta dapat saling menjaga dan mengingatkan dalam kebaikan,” ujarnya.
Harapan serupa disampaikan Kepala Desa Sesap, Jumri. Ia menyampaikan apresiasi kepada IZI atas terlaksananya program tersebut sekaligus berharap kerja sama dapat terus dikembangkan.
“Kami berterima kasih kepada IZI atas terlaksananya program ini. Semoga sinergi ini terus berlanjut dan semakin banyak memberikan manfaat bagi masyarakat Desa Sesap,” ujarnya.
Jumri juga menggambarkan kondisi demografis Desa Sesap. Menurutnya, desa tersebut dihuni sekitar 220 kepala keluarga atau kurang lebih 800 jiwa. Masyarakat desa didominasi oleh suku Akit yang mayoritas beragama non-Muslim.
Kondisi tersebut menjadi salah satu konteks penting hadirnya pembinaan bagi masyarakat mualaf di Desa Sesap. Tantangan pembinaan tidak berhenti pada momentum seseorang mengucapkan dua kalimat syahadat, tetapi berlanjut pada bagaimana mereka mendapatkan pengetahuan agama, lingkungan belajar, pendampingan, serta dukungan sosial untuk menjalani kehidupan sebagai seorang Muslim.
Melalui Kampung Bina Mualaf, IZI Perwakilan Riau berupaya menghadirkan ruang pembinaan yang dapat berlangsung secara konsisten.
Para mualaf tidak hanya diarahkan untuk mendapatkan materi keagamaan, tetapi juga memiliki ruang untuk belajar, bertanya, berdiskusi, dan memperdalam pemahaman Islam sesuai kebutuhan mereka.
Pendekatan tersebut menjadi penting karena proses pembinaan mualaf membutuhkan pendampingan yang berkelanjutan. Setelah seseorang memeluk Islam, proses belajar dan membangun kehidupan keagamaan justru menjadi perjalanan panjang yang membutuhkan dukungan lingkungan.
Selain meresmikan Kampung Bina Mualaf, IZI Perwakilan Riau juga menyalurkan 50 paket sembako kepada para penerima manfaat.
Bantuan tersebut menjadi bagian dari kepedulian IZI terhadap kebutuhan dasar masyarakat mualaf yang menjadi sasaran program. Dengan demikian, program tidak hanya menyentuh aspek pembinaan keagamaan, tetapi juga memberikan perhatian terhadap kondisi sosial dan ekonomi penerima manfaat.
Kehadiran Kampung Bina Mualaf di Desa Sesap diharapkan menjadi awal dari pembinaan yang terus tumbuh. Di tengah kondisi masyarakat yang beragam, ruang belajar dan pendampingan tersebut diharapkan membantu para mualaf memperkuat pemahaman keislaman sekaligus membangun kehidupan sosial yang lebih baik.
Bagi 79 mualaf dari 24 keluarga yang menjadi penerima manfaat, program ini bukan sekadar sebuah nama atau peresmian. Kampung Bina Mualaf diharapkan menjadi tempat untuk terus belajar, bertumbuh, dan saling menguatkan dalam perjalanan menjalankan keyakinan.(RLS/Rasid)
