Katakata.id – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menegaskan tidak akan menoleransi kelalaian yang membahayakan kesehatan penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dapur yang tidak memenuhi standar dapat dihentikan sementara, ditutup permanen, atau dipindahkan sesuai tingkat pelanggarannya.
Sudaryono mengatakan, inspeksi dapur dilakukan untuk menilai kelayakan fasilitas dan kapasitas operasional. Dapur yang memenuhi standar dapat terus beroperasi, sedangkan dapur dengan kekurangan ringan diwajibkan melakukan perbaikan. Untuk pelanggaran yang membutuhkan pembenahan besar, operasional dapat disuspensi hingga rekomendasi perbaikan dipenuhi.
Adapun dapur yang dinilai tidak layak, termasuk karena lingkungan yang tidak memenuhi standar kebersihan, dapat diperintahkan tutup permanen atau pindah lokasi.
“MBG ini namanya makan bergizi gratis, bergizi. Jadi menyehatkan, tidak bikin orang sakit,” kata Sudaryono, Rabu (28/10/2026).
Ia mengungkapkan, BGN telah menutup 1.999 dapur yang tidak memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Dari hampir 28.000 dapur yang pernah tercatat, sekitar 26.385 masih aktif dan akan kembali disisir untuk memastikan pemenuhan standar.
BGN juga menyoroti dugaan praktik pembelian bahan pangan yang telah diolah pihak luar, seperti telur puyuh rebus yang sudah dikupas dan bumbu kacang siap pakai. Praktik tersebut dinilai menyulitkan pengawasan karena kebersihan, proses pengolahan, dan penyimpanan bahan tidak sepenuhnya dapat dipastikan.
Dalam kasus yang tengah diperiksa, Sudaryono menyebut BGN melakukan investigasi, termasuk memeriksa rekaman CCTV dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta aparat setempat.
Ia menegaskan, dapur yang terbukti melakukan kelalaian serius secara sengaja dapat ditutup permanen. BGN juga mengambil langkah terhadap pengelola dan tenaga terkait sesuai hasil pemeriksaan dan kewenangannya.
Bagi BGN, keberlangsungan program tidak boleh mengalahkan keselamatan penerima manfaat. Pengawasan dapur, mutu bahan baku, dan keamanan proses pengolahan menjadi bagian penting agar program MBG benar-benar memberikan manfaat gizi, bukan justru menimbulkan risiko kesehatan.(Rasid Ahmad)
