Katakata.id – Banjir yang melanda kawasan Dadok Tunggul Hitam, Kota Padang, meninggalkan persoalan bagi sejumlah warga. Selain kerusakan rumah, warga terdampak juga harus menghadapi keterbatasan memenuhi kebutuhan sehari-hari selama masa pemulihan.
Di tengah kondisi tersebut, Majelis Telkomsel Taqwa (MTT) Sumbagteng bersama Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) Perwakilan Sumatera Barat menyalurkan 40 paket sembako kepada warga terdampak banjir sekaligus memberikan santunan kepada Panti Asuhan Puti Bungsu, Rabu (23/9/2026).
Kegiatan diawali dengan seremonial di Masjid Fisabilillah, Dadok Tunggul Hitam, yang dilanjutkan dengan penyerahan bantuan secara simbolis kepada perwakilan penerima manfaat.
Namun, kepedulian tersebut tidak berhenti di masjid. Setelah kegiatan seremonial, tim MTT Sumbagteng dan IZI Sumatera Barat menyusuri rumah-rumah warga yang terdampak cukup parah untuk menyerahkan bantuan secara langsung.
Satu per satu paket sembako diserahkan kepada keluarga yang kondisi rumah dan kebutuhan hariannya masih terdampak banjir.
Setiap paket berisi kebutuhan pokok seperti beras, gula, telur, bihun, teh, sarden, dan minyak goreng. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarga selama menjalani masa pemulihan.
Salah seorang penerima manfaat, Sri Suswanti, menerima bantuan dalam kondisi sedang sakit dan mengalami keterbatasan berjalan. Persediaan makanan di rumahnya juga belum tersedia.
“Terima kasih untuk para donatur yang sudah memberikan bantuan. Saya sedang sakit dan kaki saya tidak bisa berjalan. Di rumah juga belum ada yang bisa dimasak. Bantuan ini sangat membantu saya,” ungkap Sri Suswanti.
Kondisi serupa juga dirasakan Ismantoni, warga lainnya yang rumahnya terdampak cukup parah. Air banjir bahkan dilaporkan mencapai sekitar tiga meter dan masuk ke dalam rumah.
“Rumah saya kena banjir, air sampai sekitar tiga meter masuk ke dalam rumah. Alhamdulillah ada bantuan yang datang. Terima kasih kepada para donatur dan semua yang sudah membantu,” ujar Ismantoni.
Bagi warga yang masih berupaya memulihkan rumah dan kehidupan setelah banjir, bantuan kebutuhan pokok menjadi dukungan penting untuk melewati masa sulit tersebut.
Lurah Dadok Tunggul Hitam, Buderi Himra, mengapresiasi kepedulian MTT Sumbagteng dan IZI Sumatera Barat yang hadir membantu masyarakat.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada MTT Sumbagteng dan IZI Sumatera Barat yang telah memberikan bantuan kepada warga kami yang terdampak banjir. Bantuan sembako ini sangat dibutuhkan masyarakat, terutama dalam kondisi setelah banjir ketika sebagian warga masih kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujar Buderi Himra.
Selain menyambangi warga terdampak banjir, MTT Sumbagteng dan IZI Sumatera Barat juga memberikan santunan kepada Panti Asuhan Puti Bungsu, yang saat ini mengasuh 39 anak.
Banjir turut memberikan dampak terhadap aktivitas panti. Sejumlah barang kebutuhan anak-anak dilaporkan hanyut terbawa arus, di antaranya kasur, pakaian, serta berbagai perlengkapan lainnya.
Pimpinan Panti Asuhan Puti Bungsu, Hj. Desimar, mengatakan banjir membuat sejumlah kebutuhan sehari-hari anak-anak ikut terdampak.
“Saat banjir, banyak barang-barang kami yang hanyut, seperti kasur, baju-baju anak-anak dan barang lainnya. Kondisi ini tentu cukup berat bagi kami karena barang-barang tersebut merupakan kebutuhan sehari-hari anak-anak yang ada di panti. Kami sangat berterima kasih kepada MTT Sumbagteng dan IZI Sumatera Barat atas perhatian dan santunan yang diberikan,” ungkap Hj. Desimar.
Muhammad Farhan, Manager Mobile Branch Padang sekaligus perwakilan MTT Sumbagteng, menjelaskan bahwa bantuan tersebut merupakan bagian dari program kepedulian yang dihimpun melalui kontribusi rutin para karyawan.
“Dari kontribusi yang dihimpun setiap bulan, kami berupaya melahirkan berbagai program kebaikan melalui kolaborasi dengan lembaga, salah satunya IZI Sumatera Barat. Kami berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat dan keberkahan bagi masyarakat yang membutuhkan,” ujar Farhan.
Sementara itu, Ksatrya Herizon Putra, Kabid PPZ IZI Sumatera Barat, mengatakan kolaborasi tersebut merupakan bentuk kepedulian bersama untuk hadir di tengah masyarakat yang membutuhkan dukungan.
“Ketika bencana terjadi, masyarakat membutuhkan dukungan untuk memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari. Bersama MTT Sumbagteng, kami berupaya menyalurkan bantuan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Di sisi lain, kami juga memberikan santunan kepada Panti Asuhan Puti Bungsu sebagai bentuk kepedulian kepada anak-anak yang membutuhkan dukungan,” ujar Ksatrya.
Ia berharap bantuan yang disalurkan dapat meringankan beban warga terdampak sekaligus memberikan manfaat bagi anak-anak di Panti Asuhan Puti Bungsu.
“Semoga bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat terdampak banjir dan memberikan manfaat bagi anak-anak di Panti Asuhan Puti Bungsu. Semoga setiap kebaikan yang diberikan menjadi keberkahan bagi para donatur,” tambahnya.
Banjir mungkin telah surut, tetapi bagi sebagian warga, proses untuk kembali menjalani kehidupan secara normal masih membutuhkan waktu.
Melalui kolaborasi tersebut, MTT Sumbagteng dan IZI Sumatera Barat berupaya memastikan bahwa pemulihan tidak dijalani warga seorang diri. Sebanyak 40 paket sembako disalurkan kepada penyintas banjir, sementara anak-anak Panti Asuhan Puti Bungsu juga mendapatkan dukungan untuk memenuhi kembali kebutuhan mereka yang terdampak banjir.
Di tengah musibah, bantuan sederhana berupa bahan pangan dan santunan menjadi pengingat bahwa kepedulian masih dapat hadir dari banyak arah—dan bagi mereka yang sedang berjuang untuk bangkit, kehadiran itu memiliki arti yang jauh lebih besar.(Sinthiya Adela Fitri/Rasid Ahmad)
