Katakata.id – Sebanyak 900 peserta didik dari 144 madrasah se-Kota Pekanbaru mulai bersiap menunjukkan kemampuan terbaik mereka dalam Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) Tingkat Kota Pekanbaru Tahun 2026.
Ajang yang menjadi panggung adu talenta, prestasi, sekaligus inovasi peserta didik madrasah itu resmi dibuka Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pekanbaru, Syahrul Mauludi, di Pondok Pesantren Dar El Hikmah Pekanbaru, Kamis (3/9/2026).
Mengusung tema “Islam, Sains, dan Ekologi: Menumbuhkan Talenta serta Menggerakkan Inovasi Madrasah untuk Indonesia Maju”, OMI tidak sekadar diarahkan menjadi arena perlombaan. Kegiatan ini juga diharapkan menjadi ruang untuk menemukan dan mengembangkan talenta terbaik dari jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), hingga Madrasah Aliyah (MA).
Pembukaan OMI turut dihadiri Kabag Kesra Kota Pekanbaru Indra Maulana, Kepala Subbagian Tata Usaha Kemenag Kota Pekanbaru Suhardi HS, Plt. Kasi Pendidikan Madrasah sekaligus Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Zulfa Hendri, Ketua Yayasan Nurul Iman, Pimpinan Pondok Pesantren Dar El Hikmah Amran Suardi, kepala madrasah negeri dan swasta, pengawas madrasah, para peserta, serta panitia OMI 2026.
Pimpinan Pondok Pesantren Dar El Hikmah, Amran Suardi, menyambut baik kepercayaan yang diberikan kepada lembaganya sebagai salah satu lokasi pelaksanaan OMI.
Ia mengaku bahagia karena pelaksanaan OMI mempertemukan peserta didik dan insan pendidikan dari berbagai madrasah di Kota Pekanbaru.
“Kami sangat berterima kasih atas ditunjuk dan dipercayanya Dar El Hikmah dalam pelaksanaan Olimpiade Madrasah Indonesia. Kami sangat bahagia karena kegiatan ini menghadirkan banyak peserta didik dan tamu dari berbagai madrasah,” ujarnya.
Bagi keluarga besar Dar El Hikmah, kehadiran peserta OMI menjadi kebahagiaan tersendiri. Terlebih, pondok pesantren tersebut telah menjalani perjalanan selama 35 tahun dalam mendidik dan membina para santri.
Amran berharap OMI tidak berhenti pada kompetisi, tetapi juga menjadi momentum memperkuat persaudaraan dan kolaborasi antarmadrasah.
“Semoga dengan pelaksanaan OMI ini dapat membangun ukhuwah Islamiyah, membangun madrasah, serta memperkuat semangat untuk saling mendukung dan berkolaborasi,” katanya.
Sementara itu, Plt. Kasi Penmad Kemenag Kota Pekanbaru sekaligus Ketua Panitia OMI Tingkat Kota Pekanbaru Tahun 2026, Zulfa Hendri, mengatakan rangkaian kegiatan telah dimulai dengan tahapan pendaftaran peserta pada 27 Agustus hingga 2 September 2026.
Setelah itu, peserta akan memasuki tahapan seleksi yang dijadwalkan berlangsung selama dua hari, yakni 7 dan 8 September 2026.
“Seleksi OMI akan dilaksanakan di tiga lokasi, yaitu Pondok Pesantren Dar El Hikmah, MAN 2 Pekanbaru, dan MAN 1 Pekanbaru,” jelas Zulfa.
Peserta berasal dari tiga jenjang pendidikan madrasah, yakni MI, MTs, dan MA, dengan berbagai kategori perlombaan.
Jumlah peserta yang mencapai sekitar 900 orang dari 144 madrasah menunjukkan besarnya antusiasme satuan pendidikan madrasah di Kota Pekanbaru terhadap ajang tersebut.
Zulfa juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah ikut menyukseskan kegiatan. Dukungan tidak hanya datang dari jajaran Kemenag dan madrasah, tetapi juga dari keluarga besar Pondok Pesantren Dar El Hikmah yang melibatkan sekitar 1.000 santri dalam rangkaian kegiatan.
“Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan sehingga kegiatan OMI Tingkat Kota Pekanbaru Tahun 2026 dapat terlaksana. Mudah-mudahan seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan lancar dan memberikan hasil terbaik bagi madrasah di Kota Pekanbaru,” ungkapnya.
Kepala Kantor Kemenag Kota Pekanbaru, Syahrul Mauludi, menegaskan OMI memiliki arti lebih besar daripada sekadar kompetisi untuk memperebutkan juara.
Menurutnya, ajang tersebut harus menjadi sarana untuk menemukan sekaligus mengembangkan potensi peserta didik madrasah.
Syahrul menyampaikan apresiasi kepada Seksi Pendidikan Madrasah, pengawas madrasah, kepala madrasah, guru, panitia, hingga seluruh siswa yang ikut berpartisipasi.
“Kami sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada seluruh panitia dan semua pihak yang telah bekerja keras mempersiapkan pelaksanaan OMI ini. Semoga seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan baik dan lancar hingga selesai,” ujarnya.
Ia berharap kompetisi tersebut mampu melahirkan siswa-siswi berprestasi yang tidak hanya mampu bersaing di tingkat Kota Pekanbaru, tetapi juga melangkah ke tingkat yang lebih tinggi hingga nasional.
“Harapan kita tentunya dari pelaksanaan OMI ini akan lahir siswa-siswi berprestasi yang nantinya dapat mewakili Kota Pekanbaru ke tingkat yang lebih tinggi, bahkan sampai ke tingkat nasional,” kata Syahrul.
Lebih dari itu, ia berharap para peserta tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat.
“Semoga OMI ini dapat menghasilkan siswa-siswi yang berprestasi dan berkarakter. Dengan demikian, motto madrasah, yaitu Maju, Bermutu dan Mendunia, benar-benar dapat kita wujudkan,” pungkasnya.
Pembukaan OMI Tingkat Kota Pekanbaru 2026 secara resmi ditandai dengan pemukulan rebana oleh Kepala Kemenag Kota Pekanbaru, Ketua Yayasan Nurul Iman, dan Kepala Subbagian Tata Usaha Kemenag Kota Pekanbaru.
Prosesi tersebut kemudian dimeriahkan dengan pelepasan balon ke udara sebagai simbol dimulainya rangkaian kompetisi.
Dengan resmi dibukanya OMI, ratusan peserta dari jenjang MI, MTs, dan MA kini bersiap membawa nama terbaik madrasah masing-masing.
Bukan hanya soal siapa yang keluar sebagai juara, OMI 2026 diharapkan menjadi panggung untuk membuktikan bahwa madrasah mampu melahirkan generasi yang **unggul dalam prestasi, kuat dalam karakter, dan siap bersaing di masa depan.
Editor: Rasid Ahmad
Sumber: riau.kemenag.go.id
