Katakata.id – Sebanyak 1.207 mahasiswa baru resmi memulai perjalanan akademiknya di Politeknik Caltex Riau (PCR). Momentum tersebut ditandai melalui Pelantikan Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2026 yang digelar di Hall Gedung Serba Guna PCR, Jumat (14/8/2026).
Pelantikan menjadi gerbang awal bagi ribuan mahasiswa untuk menapaki dunia pendidikan vokasi sekaligus mempersiapkan diri menghadapi tantangan dunia kerja yang semakin dinamis.
Prosesi pelantikan ditandai dengan pemasangan almamater kepada perwakilan mahasiswa program sarjana dan magister oleh Direktur PCR Dr. Erwin Setyo Nugroho, S.T., M.Eng., didampingi Ketua Senat PCR.
Tahun ini, PCR menerima 1.207 mahasiswa baru yang terdiri atas 1.162 mahasiswa reguler, 22 mahasiswa melalui skema Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), dan 23 mahasiswa program magister. Dari jumlah tersebut, sebanyak 150 mahasiswa merupakan penerima Beasiswa Yayasan Politeknik Chevron Riau (YPCR) dan Beasiswa BPDPKS.
Direktur PCR Dr. Erwin Setyo Nugroho mengatakan, pelantikan bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi penanda dimulainya perjalanan akademik sekaligus momentum untuk meneguhkan komitmen mahasiswa terhadap tridarma perguruan tinggi.
“Momentum ini tidak hanya menjadi simbol dimulainya perjalanan akademik bagi para mahasiswa baru, tetapi juga menjadi wadah untuk memperkuat komitmen kita dalam menjalankan tridarma perguruan tinggi, menghasilkan lulusan yang unggul, serta terus berkontribusi bagi pembangunan bangsa melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.
Erwin menyebut perkembangan teknologi, transformasi digital, hingga perubahan kebutuhan industri menjadi tantangan sekaligus peluang bagi perguruan tinggi. Kondisi tersebut menuntut lulusan tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memiliki keterampilan teknis, integritas, kemampuan berkolaborasi serta kemauan untuk terus belajar.
PCR, kata dia, akan terus memperkuat kolaborasi dengan dunia industri, pemerintah, alumni dan masyarakat untuk membangun ekosistem pendidikan vokasi yang relevan dan adaptif.
Menariknya, keberagaman mahasiswa baru tahun ini juga menjadi gambaran semakin luasnya kepercayaan terhadap PCR. Selain berasal dari berbagai daerah di Indonesia, mahasiswa baru juga datang dari Mimika, Papua, hingga mahasiswa internasional dari Timor-Leste.
“Keberadaan PCR diketahui oleh yang dekat dan yang jauh. Sebenarnya tidak hanya keberadaan, namun lebih dari itu, PCR dipercaya oleh yang dekat maupun yang jauh untuk mengembangkan dan mengantarkan cita-cita mereka,” ungkap Erwin.
Dunia Kerja Tak Tanya IPK
Pesan yang tak kalah kuat disampaikan Ketua Yayasan Politeknik Chevron Riau (YPCR) Ir. Akson Brahmantyo. Ia mengingatkan mahasiswa baru agar tidak terjebak pada orientasi mengejar nilai akademik semata.
Menurutnya, dunia kerja membutuhkan lulusan yang benar-benar memiliki kemampuan dan mampu memberikan solusi.
“Pertama, kuasai kompetensi. Karena dunia kerja tidak bertanya IPK. Dunia kerja bertanya: kamu bisa apa?” tegas Akson.
Ia juga meminta mahasiswa menghidupkan nilai-nilai IDEAL yang menjadi karakter PCR, yakni Integrity, Dignity, Excellence, Agility, dan Loyalty.
“Jadilah teknisi yang integritas, memiliki dignity atau marwah, selalu mengejar excellence, agile terhadap perubahan, dan loyalty. Itu warisan para pendiri kita,” katanya.
Tidak berhenti pada kompetensi dan karakter, Akson juga mendorong mahasiswa agar mulai berpikir mengenai dampak. Lulusan PCR diharapkan tidak sekadar menjadi pencari kerja, tetapi mampu menjadi pencipta solusi dan membawa nama baik almamater.
Kepada para orang tua dan wali mahasiswa, Akson menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada PCR.
“InsyaAllah tiga sampai empat tahun mendatang kami kembalikan putra-putri Bapak/Ibu sebagai lulusan yang siap kerja, siap mandiri, dan siap membanggakan keluarga dan bangsa,” ujarnya.
3.812 Pendaftar, Hanya 1.207 Diterima
Sementara itu, Ketua Penerimaan Mahasiswa Baru PCR Tahun 2026, Figo Alimbel, S.M., M.M., mengungkapkan tingginya minat calon mahasiswa untuk menempuh pendidikan di PCR.
Tahun ini tercatat 3.812 pendaftar, sementara hanya 1.207 orang yang dinyatakan diterima.
“Artinya, hanya sekitar satu dari tiga atau empat pendaftar yang berkesempatan untuk melanjutkan pendidikan di kampus ini,” kata Figo.
Dari sisi asal daerah, mahasiswa baru PCR masih didominasi putra-putri Riau dengan persentase mencapai 91,54 persen. Berikutnya Sumatera Barat 4,05 persen, Sumatera Utara 2,21 persen, sementara sisanya berasal dari sejumlah provinsi lain seperti Kepulauan Riau, DKI Jakarta, Jambi, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Papua, Aceh, Banten, Bengkulu dan Sumatera Selatan.
Dengan pelantikan tersebut, 1.207 mahasiswa baru PCR resmi memasuki babak baru. Mereka tidak hanya dituntut menjadi lulusan yang menguasai bidang keahlian, tetapi juga memiliki karakter, mampu beradaptasi dengan perubahan teknologi, serta memberi dampak nyata bagi masyarakat.
Sebab, di tengah dunia yang terus berubah, gelar saja tidak cukup. Kompetensi, karakter dan kemampuan menciptakan solusi akan menjadi bekal utama untuk memenangkan masa depan.(RLS/Rasid)
