Katakata.id – Perkembangan sektor pariwisata Provinsi Riau pada Februari 2026 menunjukkan dinamika yang beragam. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau mencatat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) mengalami penurunan secara bulanan, seiring melemahnya tingkat penghunian kamar hotel berbintang.
Kepala BPS Provinsi Riau, Asep Riyadi, mengungkapkan bahwa jumlah kunjungan wisman yang masuk melalui empat pintu utama imigrasi mencapai 5.952 kunjungan. Rinciannya, sebanyak 2.834 wisman masuk melalui Bandara Sultan Syarif Kasim II, kemudian 942 kunjungan melalui Pelabuhan Dumai, 1.174 kunjungan dari Pelabuhan Bengkalis, serta 1.002 kunjungan melalui Pelabuhan Tanjung Harapan di Kabupaten Kepulauan Meranti.
Selain itu, data kunjungan melalui Mobile Positioning Data (MPD) di wilayah perbatasan Bengkalis tercatat sebanyak 20.727 kunjungan, yang turut memberikan gambaran lebih luas mengenai pergerakan wisatawan lintas batas.
Namun demikian, secara keseluruhan jumlah kunjungan wisman pada Februari 2026 mengalami penurunan sebesar 10,90 persen dibandingkan Januari 2026 yang mencapai 29.942 kunjungan. Meski turun secara bulanan, angka tersebut justru menunjukkan peningkatan signifikan sebesar 59,76 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Dari sisi asal negara, wisman yang datang ke Riau masih didominasi oleh wisatawan asal Malaysia dengan kontribusi sebesar 43,35 persen. Disusul wisatawan dari Tiongkok sebesar 8,43 persen, Filipina 6,29 persen, dan Singapura sebesar 4,98 persen.
Sejalan dengan penurunan kunjungan wisman, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Riau juga mengalami penurunan. Pada Februari 2026, TPK tercatat sebesar 41,46 persen atau turun 5,40 poin dibandingkan Januari 2026 yang mencapai 46,86 persen. Meski demikian, hotel berbintang empat mencatat tingkat hunian tertinggi, yakni sebesar 48,05 persen.
Di sisi lain, rata-rata lama menginap tamu (RLMT) di hotel berbintang menunjukkan sedikit peningkatan. Pada Februari 2026, rata-rata tamu menginap selama 1,35 malam, naik tipis dibandingkan Januari 2026 yang sebesar 1,34 malam.
Data ini menunjukkan bahwa meskipun jumlah kunjungan wisatawan mengalami penurunan dalam jangka pendek, sektor pariwisata Riau masih memiliki potensi pertumbuhan yang cukup baik, terutama jika dilihat dari tren peningkatan secara tahunan.(RSD)
