Katakata.id – Kesejahteraan petani di Provinsi Riau menunjukkan tren positif. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) pada Maret 2026 mengalami kenaikan signifikan sebesar 2,89 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Kepala BPS Provinsi Riau, Asep Riyadi, menyampaikan bahwa NTP Riau pada Maret 2026 tercatat sebesar 197,48, naik dari Februari 2026 yang berada di angka 191,93.
“Kenaikan NTP ini dipengaruhi oleh meningkatnya Indeks Harga yang Diterima petani (It) sebesar 2,86 persen, serta turunnya Indeks Harga yang Dibayar petani (Ib) sebesar 0,04 persen,” ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (2/4/2026).
Secara regional, dari 10 provinsi di Pulau Sumatera, sebanyak lima provinsi mengalami peningkatan NTP. Riau menjadi provinsi dengan kenaikan tertinggi, disusul Sumatera Utara, Jambi, Sumatera Selatan, dan Bangka Belitung. Sementara lima provinsi lainnya mengalami penurunan, dengan penurunan terdalam terjadi di Lampung sebesar 1,49 persen.
Selain itu, BPS juga mencatat adanya penurunan Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) pertanian di Riau sebesar 0,19 persen pada Maret 2026. Penurunan ini terutama dipicu oleh turunnya kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,49 persen.
Di sisi lain, beberapa kelompok pengeluaran justru mengalami kenaikan. Peningkatan tertinggi terjadi pada kelompok transportasi sebesar 0,44 persen. Disusul kelompok pakaian dan alas kaki serta kesehatan masing-masing sebesar 0,20 persen. Kenaikan juga terjadi pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya (0,17 persen), perlengkapan rumah tangga (0,08 persen), informasi dan komunikasi (0,07 persen), rekreasi (0,06 persen), serta perumahan dan utilitas (0,05 persen). Sementara kelompok pendidikan dan penyediaan makanan dan minuman/restoran relatif stabil.
Lebih lanjut, Asep menjelaskan bahwa Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) Provinsi Riau juga mengalami peningkatan sebesar 2,48 persen, dari 188,96 pada Februari menjadi 193,65 pada Maret 2026.
“Kenaikan NTUP ini disebabkan oleh meningkatnya Indeks Harga yang Diterima petani sebesar 2,86 persen serta naiknya Indeks Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal (BPPBM) sebesar 0,37 persen,” jelasnya.
Peningkatan NTP dan NTUP ini menjadi indikator membaiknya daya beli serta kondisi ekonomi petani di Riau, meskipun tetap perlu diwaspadai fluktuasi harga dan biaya produksi ke depan.(RSD)
