Katakata.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Riau merilis prakiraan cuaca sekaligus update titik panas (hotspot) pada Kamis, 2 April 2026. Secara umum, kondisi cuaca di wilayah Riau didominasi udara kabur hingga berawan sejak pagi hingga dini hari.
Forecaster On Duty BMKG Riau, Elisa JS Kedang, menjelaskan bahwa pada pagi hari cuaca diprakirakan udara kabur hingga berawan. Memasuki siang hingga sore hari, kondisi berubah menjadi cerah berawan hingga berawan, dan berlanjut hingga malam hari.
Meski demikian, potensi hujan tetap ada meski tidak merata. Hujan dengan intensitas ringan diperkirakan terjadi pada siang hingga sore hari di sebagian wilayah Kabupaten Rokan Hulu, Siak, dan Bengkalis. Sementara pada dini hari, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang berpotensi mengguyur sejumlah wilayah seperti Siak, Bengkalis, Rokan Hulu, Kuantan Singingi, Kampar, hingga Kota Dumai dan Pekanbaru.
Di sektor perairan, BMKG mencatat tinggi gelombang laut di wilayah perairan Provinsi Riau berkisar antara 0,5 hingga 1,25 meter atau tergolong rendah, sehingga relatif aman untuk aktivitas pelayaran.
Namun, perhatian utama tertuju pada tingginya jumlah titik panas di wilayah Riau. Berdasarkan data update pukul 23.00 WIB, total hotspot di Pulau Sumatera mencapai 346 titik, dengan Riau menyumbang jumlah terbanyak yakni 285 titik.
Sebaran hotspot di Riau didominasi oleh Kabupaten Bengkalis dengan 193 titik, disusul Pelalawan sebanyak 74 titik. Sementara itu, Kota Dumai tercatat 7 titik, Rokan Hilir 5 titik, Siak 4 titik, dan Kuantan Singingi 2 titik.
Tingginya jumlah hotspot ini menjadi indikasi meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Riau. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada serta tidak melakukan aktivitas pembakaran lahan yang dapat memperparah kondisi.
BMKG juga terus memantau perkembangan cuaca dan titik panas guna memberikan informasi terkini sebagai langkah mitigasi bencana di wilayah tersebut.(RSD)
