Katakata.id – Universitas Riau (UNRI) mendorong pengembangan Waduk Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Koto Panjang menjadi kawasan Edu Mina Wisata Berkelanjutan. Gagasan tersebut dikembangkan melalui program pengabdian kepada masyarakat dengan mengoptimalkan potensi perikanan sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat pembudidaya ikan keramba.
Kegiatan yang digelar pada 8 September 2026 itu merupakan bagian dari skema Desa Binaan DIPA UNRI Tahun 2026. Program tersebut dipimpin Dr. Indra Suandy bersama tim dosen UNRI, di antaranya Dr. Endang Purnawati Rahayu dan Adlin, M.Si.
Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa Perencanaan Wilayah Perdesaan serta mendapat dukungan dari Program Magister Ilmu Lingkungan Pascasarjana UNRI. Dukungan tersebut ditandai dengan kehadiran Dr. Budijono, S.Pi., MSc., selaku Ketua Program Studi Ilmu Lingkungan.

Dalam kegiatan tersebut, Prof. Dr. Dessy Yoswaty, S.Pi., M.Si., menyampaikan bahwa Waduk Koto Panjang memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata berbasis perikanan. Pengembangan itu, menurutnya, dapat mengintegrasikan aspek edukasi, penguatan ekonomi masyarakat, serta pelestarian lingkungan.
Konsep Edu Mina Wisata diharapkan mampu memberikan nilai tambah bagi pembudidaya ikan keramba. Masyarakat tidak hanya mengandalkan hasil budidaya, tetapi juga dapat memperoleh peluang ekonomi melalui aktivitas wisata, edukasi perikanan, dan pengenalan ekosistem waduk.
Namun, pengembangan kawasan tersebut tetap harus memperhatikan keberlanjutan lingkungan. Aktivitas wisata diharapkan tidak mengganggu ekosistem waduk maupun usaha budidaya ikan yang selama ini menjadi sumber penghidupan masyarakat.
Sebagai bentuk dukungan awal, tim pengabdian UNRI menyerahkan pelampung keselamatan kepada para pembudidaya ikan. Bantuan tersebut ditujukan untuk mendukung aktivitas wisata air sekaligus meningkatkan aspek keselamatan pengunjung apabila kawasan Waduk Koto Panjang dikembangkan sebagai destinasi wisata.

Para pembudidaya ikan menyambut positif gagasan pengembangan Edu Mina Wisata tersebut. Kegiatan ini dinilai membuka wawasan baru mengenai potensi Waduk Koto Panjang yang selama ini lebih dikenal sebagai kawasan pembangkit listrik dan lokasi budidaya ikan keramba.
Meski demikian, masyarakat berharap rencana pengembangan wisata tidak mengesampingkan keberlangsungan usaha perikanan. Pengaturan kawasan, keselamatan wisatawan, serta perlindungan lingkungan perlu disiapkan secara matang agar aktivitas wisata dan budidaya dapat berjalan berdampingan.
Melalui program ini, UNRI menegaskan komitmennya mendorong pengembangan kawasan berbasis masyarakat. Konsep tersebut diarahkan untuk menggabungkan perikanan, wisata, edukasi, dan konservasi lingkungan secara berkelanjutan.
Kegiatan pengabdian ini terselenggara atas dukungan pendanaan dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Riau sebagai bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan masyarakat berbasis potensi lokal.(RLS/RSD)
