Katakata.id – Kabut asap masih membayangi wilayah Provinsi Riau pada Selasa (15/9/2026). Berdasarkan prakiraan cuaca, kondisi udara kabur berpotensi terjadi sejak pagi hingga dini hari akibat asap yang dapat menurunkan jarak pandang sekaligus memengaruhi kualitas udara.
Forecaster On Duty, Yudhistira M., dalam laporan yang diperbarui pada Selasa pukul 07.00 WIB, menyebut cuaca Riau pada pagi hingga siang hari diprakirakan udara kabur hingga berawan.
Kondisi serupa berpotensi berlanjut pada sore hingga malam hari dengan cuaca udara kabur hingga cerah berawan. Pada dini hari, udara kembali diprakirakan kabur hingga berawan.
“Kekaburan udara akibat asap berpotensi menyebabkan penurunan jarak pandang dan kualitas udara,” kata Yudhistira.
Meski demikian, tidak ada peringatan dini cuaca yang dikeluarkan atau tercatat dalam laporan tersebut.
Suhu udara di Riau diprakirakan berada pada kisaran 23–34 derajat Celsius, dengan kelembapan udara antara 45–99 persen. Angin bertiup dari arah tenggara hingga barat daya dengan kecepatan 10–40 kilometer per jam.
Sementara itu, tinggi gelombang di wilayah perairan Provinsi Riau diprakirakan berkisar 0,5–1,25 meter atau masuk kategori rendah.
Sumatera Selatan Catat Hotspot Terbanyak
Di tengah kondisi udara yang masih kabur, sebanyak 4.127 titik panas atau hotspot terdeteksi di wilayah Sumatera berdasarkan pembaruan data pukul 23.00 WIB.
Sumatera Selatan menjadi provinsi dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni 2.878 titik. Selanjutnya Lampung 468 titik, Jambi 285 titik, Bangka Belitung 318 titik, Bengkulu 31 titik, Sumatera Barat 24 titik, Kepulauan Riau 15 titik, Sumatera Utara 12 titik, dan Riau 96 titik.
Di Riau, titik panas tersebar di sejumlah kabupaten dan kota. Kabupaten Indragiri Hulu menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak, mencapai 70 titik.
Rinciannya, Kabupaten Bengkalis satu titik, Kepulauan Meranti satu titik, Kampar empat titik, Pelalawan enam titik, Rokan Hulu satu titik, Siak dua titik, Kota Dumai tujuh titik, Indragiri Hilir empat titik, serta Indragiri Hulu 70 titik.
Dengan jumlah tersebut, Indragiri Hulu menyumbang sebagian besar titik panas yang terdeteksi di Riau.
Kondisi ini menjadi perhatian karena kabut asap tidak hanya berpotensi mengganggu jarak pandang, tetapi juga dapat memengaruhi aktivitas masyarakat, terutama pengguna jalan dan kelompok rentan yang sensitif terhadap kualitas udara.
Masyarakat diimbau tetap memperhatikan perkembangan informasi cuaca dan kualitas udara, terutama ketika melakukan aktivitas di luar ruangan. Pengguna kendaraan juga perlu meningkatkan kewaspadaan saat jarak pandang menurun akibat kabut asap.
Data prakiraan cuaca dan hotspot tersebut diperbarui pada Selasa, 15 September 2026 pukul 07.00 WIB oleh Forecaster On Duty Yudhistira M.
Editor: Rasid Ahmad
