Katakata.id, Bangka Tengah – Universitas Bangka Belitung (UBB) terus menunjukkan komitmennya dalam memberdayakan masyarakat pesisir melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Tingkat Universitas Tahun 2026. Kali ini, UBB menggelar sosialisasi pengelolaan keuangan bagi nelayan di Desa Tanjung Gunung, Kabupaten Bangka Tengah, Jumat (31/7/2026).
Kegiatan yang diikuti 21 nelayan pesisir tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengelola keuangan usaha maupun rumah tangga secara sederhana, terencana, dan berkelanjutan. Mengingat pendapatan nelayan sangat dipengaruhi musim, cuaca, dan hasil tangkapan, pengelolaan keuangan dinilai menjadi salah satu kunci menjaga stabilitas ekonomi keluarga.
Tim pengabdian dipimpin oleh Wenni Anggita, S.E., M.Si dengan anggota Yanto, S.E., M.Sc. dan Zerli Selvika, S.Kel., M.Si. Dalam pelaksanaannya, kegiatan juga melibatkan dua mahasiswa sebagai bentuk kolaborasi antara dosen dan mahasiswa dalam memberikan pendampingan kepada masyarakat.
Selama sosialisasi, peserta mendapatkan materi mengenai pentingnya pencatatan keuangan, mulai dari pendapatan hasil tangkapan hingga berbagai biaya operasional melaut seperti bahan bakar, perawatan perahu, alat tangkap, dan kebutuhan lainnya.
Tak hanya itu, nelayan juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya memisahkan keuangan usaha dengan keuangan rumah tangga. Dengan cara tersebut, mereka diharapkan mampu mengetahui kondisi usaha secara lebih jelas, menghitung keuntungan yang diperoleh, serta merencanakan penggunaan pendapatan untuk kebutuhan keluarga, tabungan, hingga pengembangan usaha.
Materi disampaikan menggunakan contoh-contoh sederhana yang dekat dengan aktivitas sehari-hari nelayan. Pendekatan tersebut membuat peserta lebih mudah memahami manfaat pencatatan keuangan dalam menghadapi pendapatan yang cenderung berubah-ubah setiap kali melaut.
Sebagai bentuk dukungan, tim pengabdian menyerahkan buku saku pengelolaan keuangan nelayan yang berisi panduan praktis mengenai pencatatan pemasukan dan pengeluaran, penyusunan buku kas, pengelolaan keuntungan, hingga perencanaan keuangan keluarga.

Selain edukasi, UBB juga memberikan bantuan berupa daun jaring kepada kelompok nelayan sebagai dukungan terhadap aktivitas penangkapan ikan.
Ketua Tim Pengabdian, Wenni Anggita, mengatakan kegiatan ini dirancang tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Nelayan memiliki karakteristik pendapatan yang berbeda dengan pekerjaan lainnya karena sangat dipengaruhi oleh hasil tangkapan, musim, cuaca, dan harga ikan. Karena itu, kemampuan mengelola pendapatan menjadi sangat penting. Kami berharap buku saku yang diberikan dapat menjadi panduan sederhana yang bisa digunakan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Ia menambahkan, bantuan daun jaring merupakan bentuk kepedulian tim pengabdian untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat pesisir sehingga manfaat kegiatan tidak hanya berhenti pada aspek edukasi.
Sementara itu, Ketua Kelompok Nelayan Desa Tanjung Gunung, Ani Anggraini, menyambut baik kegiatan tersebut. Menurutnya, materi yang disampaikan sangat relevan dengan kebutuhan para nelayan yang selama ini masih sering mencampurkan keuangan usaha dan rumah tangga.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kami. Selama ini pengelolaan uang hasil melaut terkadang masih bercampur dengan kebutuhan rumah tangga. Dengan adanya sosialisasi ini, kami menjadi lebih memahami pentingnya mencatat pemasukan dan pengeluaran serta mengatur uang usaha dengan kebutuhan keluarga,” katanya.

Ani juga mengapresiasi pemberian buku saku dan bantuan daun jaring yang dinilai memberikan manfaat langsung bagi kelompok nelayan.
“Kami berterima kasih kepada UBB karena sudah datang dan memberikan ilmu serta bantuan kepada kelompok kami. Mudah-mudahan kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan dan ada pendampingan berikutnya sehingga ilmu yang diberikan bisa benar-benar kami terapkan,” ujarnya.
Suasana kegiatan berlangsung interaktif. Selain menerima materi, para peserta aktif berdiskusi dan berbagi pengalaman mengenai pengelolaan pendapatan hasil tangkapan, biaya operasional melaut, hasil penjualan ikan, hingga kebutuhan ekonomi keluarga.
Melalui program ini, UBB berharap para nelayan mampu menerapkan pengelolaan keuangan yang lebih baik sehingga usaha yang dijalankan menjadi lebih sehat, produktif, dan berkelanjutan. Di sisi lain, kegiatan ini juga menjadi bukti nyata peran perguruan tinggi dalam menghadirkan solusi praktis bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir melalui edukasi, pendampingan, dan pemberdayaan ekonomi.(RLS/SID)
