Katakata.id – Semangat kemanusiaan para pendonor darah apheresis di Kota Pekanbaru kini memiliki wadah baru. Sebanyak 30 relawan yang sebelumnya tergabung dalam grup WhatsApp Pendonor Apheresis Pekanbaru resmi membentuk Komunitas Relawan Pendonor Apheresis Kota Pekanbaru dalam pertemuan yang digelar di Paraiso Verde Coffee, Ahad (19/7/2026).
Pembentukan komunitas ini menjadi langkah awal memperkuat jejaring pendonor sekaligus meningkatkan ketersediaan darah apheresis yang sangat dibutuhkan pasien dengan kondisi medis tertentu.
Dalam forum tersebut, David Fernando dipercaya secara aklamasi sebagai ketua komunitas, didampingi Rahmat sebagai sekretaris.
David menjelaskan, donor apheresis merupakan metode donor darah menggunakan mesin khusus yang memisahkan komponen darah tertentu, seperti trombosit atau plasma, sementara komponen lainnya dikembalikan ke tubuh pendonor. Metode ini dinilai lebih efektif karena satu kali donor dapat menghasilkan komponen darah yang setara dengan beberapa kantong donor darah biasa.
“Alhamdulillah hari ini kami menghimpun diri dalam sebuah komunitas bernama Relawan Pendonor Apheresis Kota Pekanbaru. Wadah ini menjadi penting agar kebermanfaatan darah apheresis dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat yang membutuhkan,” ujar David.
Ia mengungkapkan, hingga saat ini komunitas tersebut telah memiliki 135 relawan pendonor apheresis yang terdata dan aktif mendonorkan darah secara rutin.
“Kami berharap keberadaan komunitas ini tidak hanya mempererat silaturahmi antarrelawan, tetapi juga menjadi motor penggerak untuk menghadirkan lebih banyak pendonor baru demi membantu pasien yang membutuhkan transfusi trombosit maupun plasma,” katanya.
Pertemuan pembentukan komunitas turut dihadiri Ketua Bidang Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Kota Pekanbaru, Achizul Hendri, MM, yang menyampaikan apresiasi atas inisiatif para relawan membangun organisasi secara mandiri.
“Kami sangat menyambut baik pertemuan silaturahmi dan diskusi pada hari ini. Kami juga sangat mengapresiasi para relawan yang secara sukarela dan rutin melakukan donor apheresis,” ujar Achizul.
Menurutnya, keberadaan komunitas ini diharapkan mampu memperluas jaringan pendonor melalui edukasi dan motivasi kepada masyarakat agar semakin banyak yang bersedia menjadi pendonor apheresis secara sukarela.
“Semoga komunitas ini dapat menjadi mitra strategis PMI dalam meningkatkan jumlah pendonor apheresis sehingga kebutuhan darah bagi pasien dapat terpenuhi dengan lebih baik,” harapnya.
Selain meresmikan kepengurusan, kegiatan tersebut juga diisi dengan diskusi mengenai berbagai persoalan yang dihadapi dalam pelayanan donor darah. Berbagai masukan dari peserta akan menjadi bahan penyusunan program kerja komunitas ke depan, mulai dari edukasi masyarakat, perekrutan pendonor baru, hingga penguatan koordinasi dengan PMI.
Dengan terbentuknya Relawan Pendonor Apheresis Kota Pekanbaru, diharapkan gerakan donor darah berbasis kerelawanan semakin berkembang dan mampu menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, sekaligus memperkuat budaya gotong royong dan kepedulian sosial di Kota Pekanbaru. (Rilis)
