Katakata.id – Perkumpulan Politeknik Swasta Indonesia (PELITA) akan menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) V pada 14–17 Oktober 2026 di Makassar, Sulawesi Selatan. Forum nasional tersebut menjadi momentum konsolidasi perguruan tinggi vokasi swasta dalam menghadapi perubahan teknologi, kebutuhan dunia industri, sekaligus arah baru pendidikan tinggi terapan di Indonesia.
Mengusung tema “Penguatan Ekosistem Vokasi: Menyongsong Transformasi Politeknik Menjadi Universitas Terapan”, Rakernas V PELITA Indonesia akan dipusatkan di Hotel Claro Makassar dengan Politeknik Maritim AMI Makassar (POLIMARIM) sebagai tuan rumah.
Direktur Eksekutif PELITA Indonesia, Ginanjar, mengatakan Rakernas V tidak sekadar menjadi agenda rutin organisasi. Forum ini dirancang sebagai ruang untuk memperkuat sinergi antarp erguruan tinggi vokasi, menyusun strategi menghadapi transformasi kelembagaan, sekaligus menghasilkan program kerja dan rekomendasi strategis.
“Rakernas ini menjadi ruang konsolidasi untuk memperkuat ekosistem pendidikan vokasi dan merumuskan langkah strategis dalam menyongsong transformasi politeknik menjadi universitas terapan,” ujar Ginanjar.
Menurutnya, hasil Rakernas diharapkan dapat berkontribusi terhadap peningkatan mutu, daya saing, kemandirian institusi, serta peran pendidikan vokasi dalam pembangunan nasional.
Sejumlah agenda strategis akan dibahas selama Rakernas berlangsung. Pada hari kedua, peserta dijadwalkan mengikuti sesi mengenai arah dan kebijakan pemerintah dalam menyongsong transformasi politeknik menjadi universitas terapan.
Pembahasan kemudian berlanjut pada isu kesetaraan antara universitas dan universitas terapan serta kesiapan ekosistem universitas terapan berbasis teknologi.
Bagi perguruan tinggi vokasi, perubahan tersebut bukan semata persoalan kelembagaan atau nomenklatur.
Direktur Politeknik Caltex Riau (PCR), Dr. Erwin Setyo Nugroho, S.T., M.Eng., menilai transformasi politeknik menuju universitas terapan harus diikuti dengan lompatan kualitas di berbagai aspek.
“Transformasi kelembagaan ini bukan sebatas perubahan nomenklatur atau nama institusi, melainkan sebuah lompatan kualitas dalam tata kelola akademik, penguatan riset terapan, serta pendalaman kolaborasi dengan dunia usaha dan dunia industri,” ungkap Erwin.
Menurutnya, perubahan kelembagaan harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas akademik dan kemampuan perguruan tinggi menghasilkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
Selain membahas transformasi kelembagaan, Rakernas V juga akan menghadirkan sesi berbagi praktik terbaik mengenai tata kelola penerimaan mahasiswa baru serta penguatan kemandirian institusi.
Agenda tersebut menjadi bagian dari respons PELITA terhadap tantangan yang dihadapi perguruan tinggi vokasi swasta.
Perguruan tinggi tidak hanya dituntut menghasilkan lulusan yang kompeten, tetapi juga harus memiliki tata kelola yang adaptif, mampu memanfaatkan teknologi, membangun jejaring industri, serta menjaga keberlanjutan institusi.
Erwin mengatakan PCR berkomitmen berkontribusi dalam penguatan ekosistem pendidikan vokasi, antara lain melalui berbagi praktik baik dalam pengembangan mutu pendidikan berbasis teknologi dan penguatan kemandirian institusi.
“Kami berharap seluruh politeknik swasta di Indonesia semakin solid dan adaptif, sehingga mampu melahirkan inovasi terapan yang relevan serta mencetak lulusan berdaya saing tinggi yang siap menjawab tantangan industri masa depan,” lanjutnya.
Rakernas V juga akan diisi dengan sidang komisi untuk membahas agenda dan rekomendasi organisasi secara lebih mendalam. Para peserta kemudian dijadwalkan melakukan kunjungan ke kampus Politeknik Maritim AMI Makassar sebagai bagian dari rangkaian kegiatan.
Rakernas akan ditutup dengan pengumuman pemenang lomba Vo Creation bagi mahasiswa dan mahasiswi dari institusi anggota PELITA Indonesia.
Ketua Umum PELITA Indonesia, Shalfi Andri, mengatakan konsolidasi antarkampus menjadi semakin penting di tengah perubahan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan teknologi yang berlangsung cepat.
Menurutnya, perguruan tinggi vokasi swasta perlu membangun kolaborasi yang lebih kuat agar mampu beradaptasi sekaligus mengambil peran strategis dalam masa depan pendidikan tinggi terapan Indonesia.
Rakernas V di Makassar diharapkan tidak berhenti sebagai forum bertukar gagasan. Pertemuan tersebut diarahkan untuk menghasilkan langkah konkret dalam memperkuat jejaring, meningkatkan mutu institusi, dan menyiapkan perguruan tinggi vokasi menghadapi transformasi kelembagaan.
Shalfi menegaskan, berbagai agenda yang disiapkan dalam Rakernas V juga diarahkan untuk mempersiapkan proses transformasi politeknik menjadi universitas terapan sebagaimana kerangka pendidikan tinggi dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas).
Dengan demikian, transformasi politeknik tidak sekadar berbicara tentang perubahan bentuk institusi, tetapi tentang bagaimana pendidikan tinggi vokasi mampu bergerak lebih adaptif terhadap teknologi, kebutuhan industri, dan tuntutan kompetensi masa depan.
Makassar menjadi titik temu untuk menyatukan langkah dari politeknik yang kuat secara vokasi menuju universitas terapan yang unggul dalam menghasilkan solusi nyata bagi industri dan masyarakat.(RLS/Rasid)
