Katakata.id — Ketua DPR RI Puan Maharani memberikan klarifikasi terkait ketidakhadirannya menemui massa demonstrasi dari Pati yang menyampaikan aspirasi di Gedung DPR RI.
Puan menjelaskan, ketidakhadirannya menemui langsung massa bukan berarti DPR mengabaikan aspirasi masyarakat. Menurutnya, pimpinan DPR memiliki pembagian tugas masing-masing dalam menjalankan agenda kelembagaan.
Puan menyebut dirinya bersama Wakil Ketua DPR RI Sari memimpin jalannya rapat paripurna pada saat yang bersamaan. Sementara itu, Wakil Ketua DPR RI Dasco sebelumnya telah menjalankan tugas untuk menerima massa dan menyampaikan respons pimpinan DPR.
“Pimpinan DPR itu ada satu ketua dan empat wakil ketua. Masing-masing mempunyai tugas dan pembagian tugasnya,” ujar Puan dalam keterangannya.
Ia juga menjelaskan bahwa pada saat massa aksi datang, dirinya memiliki agenda pertemuan lain sehingga tidak dapat hadir secara langsung menemui para demonstran.
Menurut Puan, pembagian tugas di antara pimpinan DPR merupakan hal yang biasa dilakukan, termasuk dalam menerima aspirasi masyarakat. Dengan sistem tersebut, tidak setiap pimpinan harus hadir secara bersamaan dalam setiap agenda penerimaan massa.
“Memang seperti itu pembagian tugasnya untuk menerima aspirasi masyarakat,” jelasnya.
Pernyataan Puan sekaligus menjadi jawaban atas sorotan publik mengenai absennya dirinya saat massa demo Pati mendatangi DPR. Ia menegaskan bahwa aspirasi masyarakat tetap diterima dan ditindaklanjuti melalui mekanisme kelembagaan DPR.
Bagi DPR, penyampaian aspirasi masyarakat merupakan bagian dari fungsi lembaga legislatif. Namun, pelaksanaannya dilakukan melalui pembagian tugas di antara pimpinan DPR agar agenda kelembagaan lainnya tetap berjalan.
Klarifikasi tersebut diharapkan dapat menjelaskan bahwa ketidakhadiran Puan dalam menemui massa bukan berarti dirinya menolak bertemu atau mengabaikan aspirasi yang disampaikan masyarakat Pati.
Editor: Rasid Ahmad
