Katakata.id – Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengungkap adanya kejanggalan dalam pengelolaan dana Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui rekening virtual account (VA) milik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Temuan tersebut menunjukkan pola pencairan dana yang dinilai tidak sesuai dengan kebutuhan operasional di lapangan.
Kepala PPATK Ivan Yustiavandana mengatakan, pihaknya menemukan sejumlah rekening SPPG melakukan pencairan dana dengan frekuensi yang jauh melebihi ketentuan yang telah ditetapkan Badan Gizi Nasional (BGN).
“Hal ini terlihat dari frekuensi pencairan yang melebihi ketentuan BGN, pencairan baru saat dana sebelumnya belum terserap, serta adanya dana yang mengendap dan akhirnya dikembalikan seluruhnya pada akhir tahun,” ujar Ivan dalam keterangan tertulis yang diterima, Sabtu (1/8/2026).
Menurut Ivan, berdasarkan ketentuan BGN, pencairan dana operasional seharusnya dilakukan setiap 10 hari sekali atau rata-rata hanya dua hingga tiga kali dalam sebulan.
Namun, hasil analisis PPATK menemukan sejumlah rekening melakukan pencairan lebih dari tiga kali, bahkan ada yang mencapai 13 kali dalam satu bulan dengan nominal yang berubah-ubah.
“Pada beberapa kasus, frekuensi pencairan mencapai lebih dari tiga kali hingga 13 kali dalam satu bulan dengan nominal yang tidak konsisten,” ungkapnya.
PPATK juga menemukan adanya praktik pencairan dana baru meski dana yang sebelumnya dicairkan belum digunakan secara optimal. Bahkan, terdapat rekening yang sama sekali tidak menggunakan dana tersebut hingga akhirnya saldo mengendap dan dikembalikan pada akhir tahun anggaran.
Menurut Ivan, pola tersebut mengindikasikan adanya ketidaksesuaian antara perencanaan kebutuhan anggaran dengan realisasi penggunaan dana di lapangan.
“Pola tersebut menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara perencanaan kebutuhan anggaran dengan realisasi penggunaan dana di lapangan,” jelasnya dikutip Kumparan, Ahad (2/8/2026).
Sebelumnya, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, juga mengungkap adanya dugaan keterlibatan oknum internal BGN periode sebelumnya dalam penyaluran dana ke rekening SPPG yang kini menjadi sorotan.
Temuan itu berawal dari pemeriksaan ribuan rekening virtual account milik SPPG yang menemukan berbagai anomali pada 414 SPPG. Di antaranya terdapat rekening ganda hingga rekening SPPG yang telah menerima dana meskipun dapur penyedia layanan makan bergizi belum beroperasi.
Sudaryono mengatakan pihaknya masih mendalami penyebab munculnya anomali tersebut. Menurutnya, ada dua kemungkinan yang sedang diselidiki.
“Apakah memang ada niat jahat untuk melakukan tindak pidana atau hanya upaya meningkatkan angka serapan anggaran BGN, itu yang masih kami telusuri,” ujarnya.
Temuan PPATK dan BGN tersebut kini menjadi perhatian serius karena menyangkut tata kelola anggaran Program Makan Bergizi Gratis yang merupakan salah satu program prioritas pemerintah. Hasil penelusuran lebih lanjut diharapkan dapat mengungkap penyebab pasti kejanggalan tersebut sekaligus memastikan penggunaan anggaran negara berjalan secara transparan dan akuntabel.
Editor: Rasid Ahmad
