Katakata.id – Polda Riau menggelar Pelatihan Peningkatan Kemampuan Kehumasan Tahun Anggaran 2026 yang diikuti para Kasi Humas Polres jajaran serta Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Satker. Kegiatan berlangsung di Aula Tribrata Lantai 5 Mapolda Riau, Kamis (12/2/2026).
Pelatihan dibuka oleh Wakapolda Riau, Brigjen Pol Hengki Haryadi, mewakili Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan. Turut hadir Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad serta para Pejabat Utama Polda Riau.
Dalam arahannya, Wakapolda Riau menegaskan bahwa manajemen media merupakan salah satu kunci utama keberhasilan organisasi Polri. Ia berbagi pengalaman selama 15 tahun berdinas di Polda Metro Jaya yang disebutnya sebagai barometer keamanan nasional, di mana pengelolaan media menjadi prioritas strategis.
“Manajemen media adalah kunci utama keberhasilan organisasi kita. Baik atau buruknya citra Polri sangat bergantung pada bagaimana kita mengelola media,” ujar Brigjen Hengki.
Ia menyoroti tantangan di era digital native, ketika jumlah ponsel di Indonesia melebihi jumlah penduduk dan mayoritas masyarakat aktif di media sosial. Kondisi tersebut menuntut Polri untuk adaptif, responsif, dan mampu bergerak cepat menghadapi dinamika informasi yang masif.
Wakapolda juga mengingatkan tentang fenomena post-truth di ruang digital, di mana opini dan emosi kerap mengalahkan fakta. Narasi negatif yang berkembang di media sosial, menurutnya, dapat membentuk persepsi publik jika tidak diimbangi dengan kontra narasi yang kuat dan berbasis data.
“Jangan biarkan narasi negatif mendominasi tanpa ada respons yang cepat dan kuat dari kita. Setiap personel Humas harus mampu mengemas kata-kata dan menyajikan data agar tidak terjadi salah persepsi di masyarakat,” tegasnya.
Lebih jauh, ia menyebut fungsi Humas sebagai “Pasukan Khusus” Polri dalam membangun citra institusi. Keberhasilan operasional di lapangan, katanya, harus dikemas secara visual dan naratif agar masyarakat dapat melihat peran Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.
Pelatihan ini menghadirkan dua narasumber, yakni Assoc. Prof. Eka Putra, S.T., M.Sc., Ph.D., dosen Ilmu Komunikasi dari Universitas Muhammadiyah Riau, serta Aris Nugroho, S.H., Content Creator dari Riau Creative Hub. Keduanya membekali peserta dengan wawasan strategis komunikasi publik dan pengelolaan konten kreatif yang relevan di era digital.
Sebagai bagian dari peningkatan kapasitas, Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad juga memberikan materi dan praktik langsung public speaking. Materi difokuskan pada teknik penyampaian pernyataan pers, penguasaan substansi, pengendalian bahasa tubuh, hingga strategi menjawab pertanyaan kritis wartawan secara lugas, tenang, dan profesional.
“Latihan ini bertujuan agar setiap Kasi Humas mampu tampil percaya diri saat memberikan keterangan resmi, menghindari kesalahan persepsi, serta memastikan pesan institusi tersampaikan secara jelas dan tidak menimbulkan multitafsir,” jelas Kombes Pandra.
Melalui pelatihan ini, Polda Riau berharap lahir personel Humas yang profesional, adaptif, serta memiliki keahlian khusus dalam mengelola informasi secara cerdas dan humanis. Upaya ini sekaligus mendukung stabilitas keamanan dan menjaga kehormatan institusi di ruang digital, sejalan dengan semangat transformasi Polri Presisi.(HBN/RSD)
