Katakata.id – Pemilu tak hanya soal suara, demokrasi, dan kontestasi politik. Di tengah meningkatnya perhatian terhadap isu lingkungan, penyelenggaraan pemilu juga dituntut semakin bertanggung jawab terhadap penggunaan sumber daya dan dampaknya terhadap lingkungan.
Semangat tersebut menjadi bagian dari pembelajaran Sekolah Pemilu Hijau (Green Election School) Tahun 2026 yang kembali digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Riau di Kantor KPU Riau, Rabu (26/8/2026).
Kegiatan ini merupakan pengembangan dari program Sekolah Pemilu dan Demokrasi. Pesertanya merupakan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Riau dan sekitarnya yang sedang mengikuti program magang.
Melalui Sekolah Pemilu Hijau, para mahasiswa tidak hanya diajak memahami proses demokrasi dan kepemiluan, tetapi juga melihat bagaimana prinsip keberlanjutan dapat diterapkan dalam berbagai tahapan penyelenggaraan pemilu.
Dari Penghitungan Suara hingga Kampanye Hijau
Dalam sesi pertama, Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Provinsi Riau, Nahrawi menyampaikan materi bertema “Pemungutan, Penghitungan Suara, dan Penetapan Kursi yang Ramah Lingkungan”.
Nahrawi menjelaskan tahapan pemungutan dan penghitungan suara hingga penetapan kursi dengan perspektif yang memperhatikan aspek lingkungan.
Menurutnya, penyelenggaraan pemilu tidak cukup hanya memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai aturan dan prosedur. Penggunaan sumber daya serta dampak setiap tahapan terhadap lingkungan juga perlu menjadi perhatian.
“Penyelenggaraan pemilu perlu terus didorong agar tidak hanya berjalan sesuai dengan ketentuan dan prosedur, tetapi juga memperhatikan penggunaan sumber daya dan dampaknya terhadap lingkungan,” ujar Nahrawi.
Ia menilai pemahaman mengenai proses pemungutan, penghitungan suara, hingga penetapan kursi perlu ditempatkan dalam kerangka membangun sistem pemilu yang lebih berkelanjutan.
Sementara itu, materi berikutnya disampaikan Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan Sumber Daya Manusia KPU Provinsi Riau, Nugroho Noto Susanto dengan tema “Tata Kelola Kampanye (Green Campaign) dan Dana Kampanye”.
Nugroho mengajak peserta memahami bahwa kampanye sebagai ruang bagi peserta pemilu menyampaikan visi, misi, dan program kepada masyarakat juga dapat dilakukan dengan memperhatikan aspek lingkungan.

Konsep green campaign diperkenalkan sebagai pendekatan kampanye yang lebih bertanggung jawab dalam penggunaan sumber daya dan penerapan praktik berkelanjutan.
“Kampanye merupakan bagian penting dalam proses pemilu karena menjadi ruang bagi peserta pemilu untuk menyampaikan visi, misi, dan program kepada masyarakat. Dalam pelaksanaannya, kampanye juga dapat dilakukan dengan lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan melalui penggunaan sumber daya secara bijak dan penerapan praktik yang lebih berkelanjutan,” kata Nugroho.
Menyiapkan Generasi Muda Peduli Demokrasi dan Lingkungan
Dua materi tersebut memberikan perspektif yang saling melengkapi. Peserta tidak hanya diajak memahami bagaimana pemilu berlangsung, tetapi juga bagaimana pemilu dapat diselenggarakan dengan lebih ramah terhadap lingkungan.
Diskusi berlangsung interaktif. Para mahasiswa mendapatkan ruang untuk memperdalam pemahaman mengenai kepemiluan sekaligus melihat hubungan antara demokrasi, partisipasi masyarakat, tata kelola pemilu, dan keberlanjutan lingkungan.
KPU Provinsi Riau berharap Sekolah Pemilu Hijau dapat menjadi ruang pembelajaran yang mampu memperkuat literasi demokrasi generasi muda sekaligus menumbuhkan kesadaran bahwa isu lingkungan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan demokrasi.
Melalui program tersebut, KPU Riau mendorong lahirnya generasi muda yang tidak hanya melek demokrasi dan kepemiluan, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan serta mampu melihat pentingnya penyelenggaraan pemilu yang berintegritas, partisipatif, dan berkelanjutan.
Editor: Rasid Ahmad
