Katakata.id – Cuaca di sebagian besar wilayah Provinsi Riau pada Senin (22/6/2026) diprakirakan didominasi kondisi cerah berawan hingga berawan. Namun di balik cuaca yang relatif bersahabat tersebut, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang.
Forecaster On Duty BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Deby C, mengatakan hujan dengan intensitas ringan hingga sedang telah terpantau sejak pagi di sejumlah wilayah Riau.
“Pada pagi hari hujan terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Bengkalis, Rokan Hilir, Kuantan Singingi, Pelalawan, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, serta Kota Dumai,” ujarnya.
Memasuki siang hingga sore hari, cuaca diperkirakan berangsur cerah berawan hingga berawan. Meski demikian, hujan ringan hingga sedang masih berpotensi mengguyur beberapa daerah seperti Bengkalis, Rokan Hilir, Pelalawan, Kampar, Kepulauan Meranti, dan Indragiri Hilir.
Sementara pada malam hari, hujan diprakirakan kembali turun di sebagian wilayah Kampar, Pelalawan, Bengkalis, dan Indragiri Hulu. Adapun pada dini hari, hujan ringan masih berpeluang terjadi di Kabupaten Siak dan Pelalawan.
BMKG juga mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem. Masyarakat diminta mewaspadai kemungkinan hujan berintensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang, terutama di wilayah Bengkalis, Rokan Hilir, Kuantan Singingi, Pelalawan, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, serta Kota Dumai pada pagi dan malam hari.
Dari sisi kondisi atmosfer, suhu udara di Riau diperkirakan berkisar antara 23 hingga 33 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan mencapai 55 hingga 98 persen. Angin bertiup dari arah tenggara hingga barat dengan kecepatan antara 10 hingga 30 kilometer per jam.
Di sektor kelautan, kondisi perairan Riau relatif aman. Tinggi gelombang laut diprakirakan berada pada kisaran 0,5 hingga 1,25 meter atau masuk kategori rendah sehingga aktivitas pelayaran masih dapat berlangsung normal. Meski demikian, para nelayan dan pengguna jasa transportasi laut tetap diminta memperhatikan perkembangan cuaca terbaru.
Selain cuaca, BMKG juga memantau perkembangan titik panas (hotspot) yang menjadi indikator potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Hingga pukul 23.00 WIB, terdeteksi sebanyak 141 hotspot di wilayah Sumatera.
Dari jumlah tersebut, Provinsi Riau menyumbang 13 titik panas yang tersebar di lima daerah, yakni Kabupaten Siak sebanyak empat titik, Pelalawan tiga titik, Kuantan Singingi tiga titik, Kota Pekanbaru dua titik, dan Kabupaten Rokan Hilir satu titik.
Meski jumlah hotspot di Riau masih jauh di bawah Sumatera Selatan yang mencapai 83 titik, kondisi ini tetap menjadi perhatian serius mengingat sebagian wilayah Riau mulai memasuki musim kemarau.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang dapat terjadi sewaktu-waktu, sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan guna mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan.
“Pantau terus informasi cuaca terbaru dan hindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran lahan. Kewaspadaan bersama menjadi kunci menghadapi musim kemarau yang mulai berlangsung di sejumlah wilayah Riau,” tutup Deby. (Rasid Ahmad)
