Katakata.id – Agenda Tim Perumus Pleno III Musyawarah Nasional (Munas) XVIII Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) sukses digelar di Bali pada 31 Juli hingga 2 Agustus 2026. Forum strategis ini menjadi ruang konsolidasi seluruh Badan Pengurus Daerah (BPD) HIPMI dalam merumuskan berbagai rekomendasi bagi Badan Pengurus Pusat (BPP) HIPMI maupun Pemerintah Republik Indonesia guna memperkuat pertumbuhan pengusaha nasional.
Seluruh BPD HIPMI dari berbagai provinsi hadir menyampaikan aspirasi dan masukan yang dihimpun dari tingkat daerah hingga Badan Pengurus Cabang (BPC). Rekomendasi tersebut diharapkan menjadi pijakan dalam menyusun arah kebijakan organisasi sekaligus memperkuat peran HIPMI sebagai mitra strategis pemerintah dalam pembangunan ekonomi nasional.
Ketua Umum BPP HIPMI masa bakti 2022–2025, Akbar Himawan Buchari, dalam sambutannya menegaskan bahwa Pleno III Tim Perumus menjadi momentum penting untuk memastikan seluruh aspirasi pengusaha muda dari berbagai daerah dapat terakomodasi.
Menurutnya, masukan dari BPD maupun BPC merupakan fondasi penting dalam menyusun langkah organisasi yang lebih responsif terhadap tantangan dunia usaha di berbagai wilayah Indonesia.
Sementara itu, Ketua Umum BPP HIPMI terpilih masa bakti 2026–2029, Ade Jona Prasetyo, mengatakan hasil pembahasan dari Komisi A, Komisi B, dan Komisi C akan menjadi dasar penyusunan program kerja serta arah kebijakan HIPMI selama tiga tahun ke depan.
Ia menegaskan, rekomendasi yang dihasilkan dalam forum tersebut akan memperkuat posisi HIPMI sebagai mitra pemerintah dalam membangun iklim usaha yang sehat sekaligus menumbuhkan semangat kewirausahaan di Tanah Air.
“Melalui Pleno III Tim Perumus ini, rekomendasi dari Komisi A, B, dan C akan menjadi pondasi berbagai program serta kebijakan HIPMI sebagai mitra Pemerintah dalam menggelorakan semangat pengusaha untuk memajukan perekonomian Indonesia,” ujar Ade Jona.
Dukungan juga datang dari Ketua Umum pertama sekaligus Pendiri HIPMI, Abdul Latief. Ia menegaskan bahwa sejak awal berdiri, HIPMI memang dibentuk untuk menjadi salah satu motor penggerak perekonomian nasional melalui lahirnya pengusaha-pengusaha muda yang tangguh, mandiri, dan berdaya saing.
Menurut Abdul Latief, semangat tersebut harus terus dijaga dan diperkuat agar HIPMI tetap menjadi organisasi yang mampu melahirkan solusi bagi berbagai tantangan ekonomi bangsa.
Melalui Pleno III Munas XVIII ini, HIPMI berharap berbagai rekomendasi yang telah dirumuskan dapat menjadi acuan dalam memperkuat sinergi antara dunia usaha dan pemerintah, sekaligus mendorong lahirnya lebih banyak pengusaha muda yang mampu berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Editor: Rasid Ahmad
Sumber: FB/BPP HIPMI
