Katakata.id – Politeknik Caltex Riau (PCR) resmi memasuki babak baru kepemimpinan. Dr. Erwin Setyo Nugroho, S.T., M.Eng dilantik sebagai Direktur Politeknik Caltex Riau periode 2026–2030 menggantikan Dr. Dadang Syarif Sihabudin Sahid, S.Si., M.Sc., yang telah menuntaskan masa baktinya.
Pelantikan dan serah terima jabatan dipimpin Ketua Umum Yayasan Politeknik Chevron Riau, Ir. Akson Brahmantyo, di Auditorium PCR, Senin (3/8/2026), serta dihadiri jajaran pemerintah daerah, mitra strategis, sivitas akademika, dan tamu undangan.
Dalam pidato perdananya, Erwin menegaskan bahwa keberhasilan sebuah perguruan tinggi tidak ditentukan oleh satu figur, melainkan oleh kekuatan tim yang solid dan mampu bekerja secara kolaboratif.
“PCR tidak membutuhkan seorang superman, namun membutuhkan super team yang solid, inovatif, sinergis, dan kolaboratif,” tegas Erwin.
Ia menilai tantangan pendidikan tinggi saat ini semakin kompleks sehingga membutuhkan sinergi seluruh sivitas akademika, pemerintah, dunia usaha, masyarakat, hingga media.
Menurutnya, pendekatan pentahelix menjadi kunci agar perguruan tinggi tidak hanya menghasilkan lulusan berkualitas, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata bagi pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat.
“Mari bersama-sama membangun kolaborasi dan sinergi antara kampus, pemerintah, masyarakat, pelaku usaha, dan media. Institusi akan menjadi baik ketika mampu menghadirkan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” ujarnya.
Erwin juga mengingatkan bahwa jabatan direktur bukan sekadar posisi kepemimpinan, melainkan amanah untuk melanjutkan budaya pengabdian dan keberlanjutan yang telah dibangun para pendahulunya.
Mewakili Gubernur Riau, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau Erisman Yahya menyampaikan apresiasi kepada Direktur sebelumnya, Dr. Dadang Syarif Sihabudin Sahid, atas dedikasi dan berbagai capaian yang berhasil diraih selama memimpin PCR.
Menurutnya, PCR telah membuktikan diri sebagai salah satu perguruan tinggi vokasi terbaik di Indonesia, bahkan menjadi satu-satunya politeknik di luar Pulau Jawa yang berhasil meraih akreditasi unggul.
“Kami mengucapkan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Bapak Dadang. Berbagai capaian yang diraih selama ini menjadi pondasi penting bagi kemajuan PCR,” katanya.
Erisman berharap di bawah kepemimpinan Erwin, PCR semakin berkembang sebagai institusi vokasi yang unggul, inovatif, dan mampu menjawab kebutuhan dunia kerja serta pembangunan nasional.
Ia juga memastikan Pemerintah Provinsi Riau akan terus mendukung pengembangan pendidikan tinggi melalui berbagai program, termasuk beasiswa bagi mahasiswa.
Sementara itu, Asisten I Sekretariat Daerah Kota Pekanbaru Syamsuwir menilai PCR telah menjadi mitra strategis pemerintah daerah, khususnya dalam pengembangan teknologi dan peningkatan kompetensi aparatur sipil negara (ASN).
Menurutnya, kerja sama tersebut perlu terus diperkuat, terutama dalam menghadapi perkembangan pesat teknologi Artificial Intelligence (AI).
“Kami pernah bekerja sama dengan PCR dalam mengembangkan teknologi di lingkungan Pemerintah Kota Pekanbaru, termasuk meningkatkan kemampuan ASN agar tidak gagap teknologi. Ke depan, kolaborasi seperti ini tentu perlu terus diperkuat, apalagi dengan pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI),” ujarnya.
Ia menambahkan, AI membuka banyak peluang bagi kemajuan berbagai sektor, namun juga menghadirkan tantangan yang harus diantisipasi melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Ketua Umum Yayasan Politeknik Chevron Riau Akson Brahmantyo mengatakan pergantian kepemimpinan kali ini memiliki makna istimewa karena bertepatan dengan 25 tahun perjalanan Politeknik Caltex Riau.
Menurutnya, usia perak menjadi momentum bagi PCR untuk naik kelas dan memperkuat perannya sebagai institusi pendidikan vokasi yang unggul.
“Momentum ini berbeda karena PCR memasuki usia perak. Di usia inilah sebuah institusi dituntut naik kelas, dari yang sudah baik menjadi luar biasa,” katanya.
Akson menyampaikan tiga amanah utama kepada Direktur baru, yakni memperkuat kualitas akademik, melanjutkan pembangunan dan pengembangan institusi, serta menjaga budaya organisasi yang selama ini menjadi identitas PCR.
Ia juga memberikan penghargaan kepada Dr. Dadang atas kontribusinya selama memimpin PCR, termasuk keberhasilannya menyiapkan proses regenerasi kepemimpinan yang telah dirancang sejak dua tahun terakhir.
Pelantikan Direktur PCR menjadi penanda dimulainya kepemimpinan baru yang diharapkan mampu memperkuat kolaborasi, meningkatkan kualitas pendidikan vokasi, serta melahirkan inovasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat, industri, dan pembangunan bangsa.(RLS/RSD)
