Katakata.id – Suasana malam yang tenang di Dermaga PT SPA, Distrik Serapung, Kecamatan Kuala Kampar, Kabupaten Pelalawan, mendadak berubah mencekam. Seorang warga Desa Teluk, Kohai (32), menjadi korban serangan satwa liar jenis Harimau Sumatera, Rabu (25/2/2026) sekitar pukul 23.30 WIB.
Peristiwa itu terjadi saat korban bersama sejumlah rekannya tengah beristirahat di atas tabut atau pompong yang bersandar di dermaga perusahaan tersebut. Sebelumnya, pada Selasa (24/2/2026) malam sekitar pukul 20.00 WIB, Kohai bersama Wiwik, Rudi, Sugianto, Nazar, dan Tirta berangkat menuju hutan Desa Serapung untuk mencari kayu crocok. Namun perjalanan mereka terhenti karena kondisi air sungai surut.
Rombongan pun memutuskan menunggu air pasang dengan bersandar sementara di Dermaga PT SPA Serapung. Tak ada yang menyangka, keputusan itu justru membawa petaka.
Menjelang tengah malam, ketika korban sedang beristirahat di atas pompong, seekor Harimau Sumatera tiba-tiba muncul dari arah daratan dan semak-semak sekitar dermaga. Dalam hitungan detik, satwa buas yang dilindungi tersebut langsung menerkam korban di bagian belakang kepala.
Serangan mendadak itu disaksikan oleh Wiwik yang berada di pompong lain tak jauh dari lokasi. Ia spontan berteriak meminta pertolongan, memecah kesunyian malam.
Petugas keamanan (security) Pos Dermaga PT SPA Serapung yang menerima informasi segera bergerak cepat menuju lokasi. Mereka mengamankan situasi dan mengevakuasi korban dari atas pompong dalam kondisi luka serius di bagian kepala belakang akibat gigitan.
Korban kemudian dibawa menggunakan kendaraan operasional perusahaan menuju Pos P3K PT SPA untuk mendapatkan pertolongan pertama. Setelah mendapat penanganan awal dari tim medis perusahaan, korban dirujuk ke Puskesmas Kecamatan Kuala Kampar guna perawatan lebih lanjut.
Kapolsek Kuala Kampar, AKP Rian Onel membenarkan kejadian tersebut. Pihak kepolisian telah mendatangi tempat kejadian perkara (TKP), mendata saksi-saksi, serta memastikan korban mendapatkan penanganan medis.
Peristiwa ini menambah daftar konflik antara manusia dan satwa liar di wilayah pesisir dan hutan Pelalawan. Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di kawasan yang berbatasan langsung dengan habitat satwa liar, khususnya pada malam hari.
Hingga saat ini, kondisi korban masih dalam penanganan medis. Sementara itu, aparat terkait diharapkan segera berkoordinasi dengan instansi konservasi untuk mengantisipasi potensi kemunculan kembali satwa tersebut di sekitar permukiman dan area aktivitas warga.(HBN/RSD)
