Katakata.id – Insiden dugaan pengeroyokan terhadap Sekretaris PKC PMII Riau, Supriadi, memicu gelombang protes dari kalangan organisasi kemahasiswaan. Korban mengalami luka di bagian wajah setelah diduga diserang sekelompok orang tak dikenal (OTK) di kawasan Jalan Bangau Sakti, Kota Pekanbaru, Ahad (5/7/2026).
Peristiwa tersebut semakin menyita perhatian karena para pelaku disebut-sebut membawa senjata api saat melakukan penyerangan. Hingga kini, identitas para pelaku masih belum diketahui.
Merespons kejadian itu, Cipayung Plus Provinsi Riau menggelar aksi unjuk rasa di depan Mapolda Riau. Mereka mendesak kepolisian mengusut tuntas kasus tersebut serta mengungkap siapa dalang di balik aksi kekerasan terhadap aktivis mahasiswa itu.
Ketua PC PMII Kota Pekanbaru, Muhammad Arsad, menjelaskan sebelum insiden terjadi, Supriadi bersama sejumlah rekannya menggelar diskusi di Cafe Forkae sekitar pukul 14.30 WIB. Menurutnya, dalam kegiatan itu turut hadir seseorang yang disebut sebagai anggota intelijen Polresta Pekanbaru bernama Agus.
Sekitar pukul 16.00 WIB, diskusi selesai dan Supriadi bersama beberapa rekannya berpindah ke Kedai Sampuran yang masih berada di kawasan Jalan Bangau Sakti.
Namun, tidak lama kemudian, sekitar 10 orang tak dikenal datang dan langsung mengerumuni serta diduga mengeroyok Supriadi.
“Para pelaku diduga membawa senjata api saat melakukan aksi pengeroyokan tersebut,” kata Arsad.
Arsad juga mengungkapkan adanya dugaan keterkaitan antara insiden tersebut dengan rencana diskusi interaktif yang akan diselenggarakan Cipayung Plus Provinsi Riau.
Menurutnya, sebelum kejadian, Supriadi sempat diajak bertemu oleh seseorang yang disebut berasal dari Polresta Pekanbaru. Dalam pertemuan itu, Supriadi disebut diminta agar kegiatan diskusi tidak dilanjutkan.
“Bang Supriadi diajak ngopi. Intinya meminta agar kegiatan itu tidak dilanjutkan. Karena diduga menolak, setelah pulang justru terjadi pengeroyokan,” ujarnya.
Sementara itu, Senior PMII Riau, Hasim Siregar, memastikan pihaknya telah melaporkan kasus tersebut kepada kepolisian.
Meski demikian, laporan belum disampaikan ke Divisi Propam karena hingga saat ini pihaknya belum mengetahui identitas para pelaku maupun apakah mereka merupakan anggota kepolisian.
“Laporannya sudah dibuat, tetapi bukan ke Propam. Kami belum bisa memastikan apakah pelaku merupakan anggota polisi atau bukan. Yang jelas, orang-orang itu membawa senjata api,” kata Hasim.
Sebagai bentuk solidaritas sekaligus desakan agar kasus segera diungkap, Cipayung Plus Provinsi Riau menggelar aksi demonstrasi di depan Mapolda Riau. Massa meminta aparat kepolisian mengusut tuntas dugaan pengeroyokan tersebut secara profesional, transparan, dan memberikan kepastian hukum kepada korban.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari Polda Riau terkait kronologi, identitas pelaku, maupun perkembangan penyelidikan atas dugaan pengeroyokan terhadap Sekretaris PKC PMII Riau tersebut.(SID/HBN)
