Katakata.id – Pemerintah Kabupaten Bengkalis tengah menyelesaikan proses penerbitan surat keputusan (SK) penetapan status siaga darurat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Langkah ini menjadikan Bengkalis sebagai daerah pertama di Provinsi Riau yang secara resmi memproses penetapan status tersebut.
Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Riau, Jim Ghafur, mengatakan hingga saat ini kabupaten dan kota lainnya di Riau masih berada pada tahap pemantauan dan evaluasi kondisi di wilayah masing-masing.
“Kabupaten Bengkalis saat ini sedang dalam proses penetapan status siaga darurat Karhutla. Sementara daerah lain masih melakukan pemantauan perkembangan situasi,” ujar Jim Ghafur, Senin (2/2/2026).
Jim menjelaskan, sejumlah wilayah di Riau memang telah mengalami kejadian Karhutla. Sebagian kebakaran berhasil ditangani dengan cepat oleh petugas gabungan, meskipun di beberapa lokasi upaya pemadaman masih terus dilakukan agar api tidak meluas.
Disisi lain, Provinsi Riau hingga kini masih berada dalam status bencana hidrometeorologi yang berlaku sampai akhir Februari. Kondisi cuaca yang cenderung tidak menentu membuat kewaspadaan terhadap potensi Karhutla perlu terus ditingkatkan.
“Penetapan status siaga darurat Karhutla di tingkat kabupaten dan kota sangat strategis. Sebab, untuk menetapkan status siaga darurat di tingkat provinsi, minimal harus ada tiga daerah yang lebih dulu menetapkan status tersebut,” jelas Jim.
Untuk itu, BPBD Riau terus menjalin koordinasi intensif dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) guna memantau perkembangan cuaca. Pemantauan meliputi potensi hujan hingga perkiraan masuknya musim panas di wilayah Riau.
“Kami terus mendorong daerah-daerah yang rawan atau sudah mengalami Karhutla agar mempertimbangkan penetapan status siaga, terutama jika potensi kebakaran semakin meningkat,” ungkapnya.
Berdasarkan hasil koordinasi dengan BMKG, Jim menyebutkan bahwa sejak awal Januari kondisi cuaca di Riau cukup dinamis. Cuaca panas kerap diselingi hujan, meskipun saat ini Riau masih berada dalam tahap musim panas.
“Di Riau ada dua periode musim panas. Saat ini bisa dikatakan masih dalam tahap musim panas,” terangnya.
Di tengah kondisi tersebut, BPBD Riau mengimbau masyarakat untuk berperan aktif dalam upaya pencegahan Karhutla. Sinergi antara pemerintah daerah, aparat, dan masyarakat dinilai menjadi kunci untuk menekan potensi kebakaran sejak dini.
Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar serta lebih berhati-hati dalam aktivitas yang berpotensi memicu api.
“Kami mengajak masyarakat untuk tidak membakar lahan dan selalu waspada. Hal-hal kecil seperti puntung rokok yang masih menyala harus dipastikan benar-benar padam sebelum dibuang, terutama di lokasi yang mudah terbakar,” imbau Jim.
Terpisah, Kepala BPBD Riau M Edy Afrizal mengungkapkan bahwa hingga saat ini sedikitnya enam kabupaten dan kota di Riau telah terdampak Karhutla.
Enam daerah tersebut meliputi Kabupaten Bengkalis, Kepulauan Meranti, Kampar, Indragiri Hilir, Kuantan Singingi, serta Kota Pekanbaru.
“Sejak awal Januari hingga saat ini, sudah enam daerah di Riau yang terdampak Karhutla,” pungkas Afrizal.(HBN/RSD)
