Katakata.id – Kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) regional Riau menunjukkan tren positif di awal tahun 2026. Berdasarkan data Portal DJPK, SIKRI, dan Ditjen APK dengan cutoff 10 Februari 2026, realisasi pendapatan daerah tercatat mencapai Rp2.022,98 miliar atau 7,37 persen dari total pagu anggaran.
Kepala Kanwil DJPb Provinsi Riau, Heni Kartikawati, menyampaikan bahwa secara tahunan (year-on-year/y-o-y), realisasi pendapatan tersebut tumbuh signifikan sebesar 62,70 persen.
“Lonjakan ini terutama ditopang oleh peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang melonjak hingga 304,92 persen (y-o-y),” kata Heni dalam rilisnya seperti dikutip dari situs resmi, Rabu (25/2/2026).
Selain PAD, pendapatan transfer juga tumbuh 35,06 persen (y-o-y), sementara Lain-Lain Pendapatan Daerah yang Sah (LLPDyS) meningkat tajam hingga 611,35 persen (y-o-y). “Sementara itu, hingga periode pelaporan, transfer antar daerah belum tercatat,” ujarnya.
Disisi belanja, realisasi APBD baru mencapai Rp784,25 miliar atau 2,76 persen dari pagu anggaran. Belanja masih didominasi oleh belanja operasi dengan porsi 96,90 persen dari total realisasi.
Meski persentase penyerapan masih relatif rendah, realisasi belanja daerah tetap mencatatkan pertumbuhan sebesar 12,93 persen (y-o-y). Pertumbuhan ini dipengaruhi oleh kenaikan pada hampir seluruh komponen belanja.
“Belanja operasi tumbuh 9,85 persen (y-o-y), belanja modal melonjak hingga 2.268,91 persen (y-o-y), serta belanja transfer tumbuh 100 persen (y-o-y). Sebaliknya, belanja tidak terduga mengalami kontraksi sangat tajam sebesar 99,98 persen (y-o-y),” jelasnya.
Dengan capaian tersebut, APBD Riau mencatatkan surplus sebesar Rp1.238,73 miliar, berbanding terbalik dengan pagu awal yang direncanakan mengalami defisit.
Hingga Januari 2026, pembiayaan daerah tercatat sebesar Rp105,52 miliar. Angka tersebut terjadi karena penerimaan pembiayaan lebih besar dibandingkan pembayaran cicilan pokok utang.
“Namun demikian, data ini masih bersifat sementara. Terdapat kemungkinan perubahan angka karena masih ada sejumlah pemerintah daerah yang transaksi keuangannya belum sepenuhnya tercatat dalam sistem pelaporan,” ungkap Heni.
Secara umum, ia menilai kinerja awal APBD Riau 2026 menunjukkan fondasi fiskal yang cukup kuat, meskipun efektivitas penyerapan belanja masih menjadi pekerjaan rumah pada awal tahun anggaran.
Editor: Rasid Ahmad
