Katakata.id – Hampir dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto berjalan. Dalam rentang waktu itu, perdebatan mengenai arah kebijakan dan kualitas tata kelola pemerintahan terus menjadi bagian dari ruang publik. Bagi Anies Baswedan, pembicaraan tentang pemerintahan tidak cukup berhenti pada program dan hasil yang terlihat, tetapi juga perlu melihat bagaimana keputusan dibuat dan bagaimana kekuasaan dijalankan.
Menurut Anies, negara membutuhkan fondasi tata kelola yang memastikan setiap kebijakan memiliki dasar yang jelas, orang yang menjalankannya memiliki kompetensi, dan proses pemerintahan dapat diketahui serta dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.
Dalam sebuah Podcast, Anies menyebut ada empat prinsip yang menurutnya perlu dikembalikan dan diperkuat dalam kehidupan bernegara yaitu rule of law, teknokrasi, meritokrasi, dan transparansi.
Empat prinsip tersebut menyentuh empat pertanyaan mendasar dalam pemerintahan apakah hukum menjadi pijakan, apakah kebijakan dibuat dengan metode yang tepat, apakah orang ditempatkan berdasarkan kemampuan, dan apakah prosesnya terbuka kepada publik.
Prinsip pertama yang disoroti Anies adalah rule of law atau supremasi hukum.
Menurutnya, penyelenggaraan negara membutuhkan kepastian bahwa hukum menjadi dasar dalam mengambil keputusan dan berlaku secara konsisten. Dengan demikian, kekuasaan tidak berjalan semata berdasarkan kehendak orang atau kepentingan tertentu, tetapi dibatasi oleh aturan yang berlaku.
Bagi Anies, kepastian hukum merupakan salah satu fondasi penting agar pemerintahan dapat bekerja secara tertib dan masyarakat memiliki kepercayaan terhadap institusi negara.
Prinsip kedua adalah teknokrasi. Anies menekankan pentingnya kebijakan publik yang disusun berdasarkan data, pengetahuan, analisis, serta metode yang tepat. Persoalan publik yang kompleks, menurut gagasan tersebut, membutuhkan proses pengambilan keputusan yang juga berbasis pada cara kerja yang terukur.
Dengan pendekatan teknokratis, kebijakan tidak sekadar dibuat karena terlihat menarik atau populer, tetapi melalui proses memahami masalah, membaca data, menguji pilihan kebijakan, kemudian menentukan langkah berdasarkan bukti yang tersedia.
Prinsip berikutnya adalah meritokrasi. Dalam pandangan Anies, negara membutuhkan orang-orang yang ditempatkan berdasarkan kompetensi dan kemampuan. Jabatan publik, dengan demikian, idealnya menjadi ruang untuk bekerja dan menghasilkan kinerja, bukan sekadar konsekuensi dari kedekatan atau koneksi.
Ia menekankan pentingnya menghindari pola penempatan orang berdasarkan hubungan personal atau apa yang sering disebut sebagai “orang dalam”. Meritokrasi menjadi penting karena kualitas pemerintahan pada akhirnya sangat dipengaruhi oleh kualitas orang yang menjalankan fungsi-fungsi negara.
Prinsip keempat adalah transparansi. Menurut Anies, masyarakat perlu mengetahui proses dan keputusan yang menyangkut kepentingan publik. Transparansi memungkinkan masyarakat mengikuti bagaimana kebijakan dibuat, apa dasar keputusannya, serta bagaimana pemerintah mempertanggungjawabkan pelaksanaannya. Keterbukaan juga memberikan ruang bagi publik untuk melakukan pengawasan terhadap penyelenggaraan pemerintahan.
Empat prinsip tersebut memperlihatkan bahwa perhatian Anies tidak hanya diarahkan pada siapa yang berada di pusat kekuasaan, tetapi juga pada sistem yang mengatur bagaimana kekuasaan tersebut bekerja.
Rule of law berbicara tentang batas dan kepastian hukum. Teknokrasi menyangkut kualitas proses pengambilan kebijakan. Meritokrasi menyentuh kualitas manusia yang menjalankan pemerintahan. Sementara transparansi berkaitan dengan keterbukaan dan pertanggungjawaban kepada publik.
Bagi Anies, keempatnya merupakan bagian dari fondasi yang perlu diperkuat dalam upaya memperbaiki tata kelola pemerintahan Indonesia.
Pada akhirnya, persoalan pemerintahan bukan hanya tentang apa yang dikerjakan negara, tetapi juga bagaimana negara mengambil keputusan, siapa yang diberi amanah untuk menjalankannya, dan sejauh mana masyarakat dapat mengetahui serta mengawasi proses tersebut.
Editor: Rasid Ahmad
Sumber: Youtube Retorika Show
