Katakata.id – Tim Manggala Agni Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera terus berpacu dengan waktu memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Provinsi Riau. Hingga Sabtu (30/5/2026), sedikitnya empat lokasi kebakaran masih menjadi fokus penanganan intensif, dengan kondisi terparah berada di Desa Sokoi, Kabupaten Pelalawan.
Kepala Balai Dalkarhut Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, mengatakan tim pemadam saat ini bergerak di empat titik berbeda, yakni di Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak; Desa Sokoi, Kabupaten Pelalawan; Rantau Bais, Kabupaten Rokan Hilir; serta Pasir Limau Kapas.
“Tim pemadam saat ini masih fokus melakukan penanganan di lokasi kebakaran yang tersebar di Kandis Kabupaten Siak, Sokoi Kabupaten Pelalawan, Rantau Bais Kabupaten Rokan Hilir, serta Pasir Limau Kapas,” ujar Ferdian.
Dari seluruh lokasi tersebut, kebakaran di Desa Sokoi menjadi perhatian utama. Berdasarkan hasil pemantauan udara menggunakan drone, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar **60 hektare** dengan kepulan asap tebal yang masih terlihat membumbung sepanjang hari.
Sesaat setelah tiba di lokasi pada dini hari, Tim Manggala Agni Daops Rengat langsung diterjunkan untuk melakukan pemadaman. Namun kondisi lapangan yang didominasi vegetasi kering membuat proses pengendalian api tidak mudah.
“Penanganan hari pertama memang belum terlihat signifikan karena bahan bakar kering di lokasi sangat melimpah. Namun kepala api di sisi selatan berhasil dibendung sehingga tidak meluas,” jelas Ferdian.
Untuk mempercepat pengendalian, tim di lapangan dibagi menjadi dua kelompok. Satu tim melakukan serangan langsung ke bagian kepala api, sementara tim lainnya bergerak ke sisi sayap api guna mencegah kebakaran meluas ke area yang lebih besar.
Sementara itu, di Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak, operasi pemadaman telah memasuki hari keempat. Meski wilayah tersebut sempat diguyur hujan, lahan gambut yang terbakar masih mengeluarkan asap dari bawah permukaan tanah sehingga membutuhkan penanganan berkelanjutan.
“Tim darat Manggala Agni Daops Pekanbaru terus melakukan penyekatan dan pendinginan karena lahan gambut yang terbakar masih menghasilkan asap,” kata Ferdian.
Menurutnya, kondisi di Kandis mulai menunjukkan perkembangan positif setelah mendapat dukungan satu unit helikopter *water bombing* dari Satgas Udara. Faktor cuaca yang relatif bersahabat juga membantu proses pemadaman.
“Kondisi angin yang tidak terlalu kencang cukup membantu sehingga upaya pemadaman lebih mudah dilakukan. Besok pagi akan dilanjutkan kembali,” ujarnya.
Kemajuan paling signifikan justru terjadi di wilayah Pasir Limau Kapas. Setelah empat hari operasi pemadaman berlangsung, sebagian besar titik api berhasil dikendalikan dan situasi mulai berangsur aman.
Keberhasilan tersebut tidak lepas dari dukungan alat berat yang dikerahkan untuk membuat embung air serta membersihkan saluran parit guna memastikan ketersediaan sumber air bagi petugas di lapangan.
“Progress pemadaman sangat signifikan. Besok akan dilakukan *mopping up* untuk memastikan tidak ada lagi titik asap yang tersisa,” terang Ferdian.
Di sisi lain, Tim Manggala Agni Daops Dumai kini juga mulai menangani titik kebakaran baru yang terdeteksi di wilayah Rantau Bais, Kabupaten Rokan Hilir. Titik api tersebut pertama kali diketahui melalui pemantauan Satgas Udara.
Namun, proses penanganan di hari pertama tidak berjalan mudah. Petugas menghadapi kendala berupa sulitnya akses menuju lokasi kebakaran karena titik api berada di area yang terpencil dan hanya diketahui melalui koordinat hasil pemantauan udara.
Meski menghadapi berbagai tantangan, Tim Manggala Agni bersama Satgas Karhutla terus berupaya mengendalikan seluruh titik kebakaran guna mencegah meluasnya dampak kabut asap serta kerusakan lingkungan yang lebih besar. Upaya pemadaman dan pendinginan akan terus dilakukan hingga seluruh titik api dipastikan padam dan tidak lagi berpotensi menyala kembali.(SID/HBN)
