Katakata.id – Zakat kembali menunjukkan perannya sebagai solusi konkret bagi persoalan mendasar masyarakat. Melalui program JEMARI (Jejak Mata Air Riau), BAZNAS Provinsi Riau bersama Yayasan Energi Kebaikan Rokan menghadirkan empat titik sumur air bersih yang kini dimanfaatkan lebih dari 160 kepala keluarga atau sekitar 600 jiwa di Kota Pekanbaru.
Program ini tidak hanya membuka akses air bersih, tetapi juga menghadirkan dampak ekonomi yang signifikan. Sebelum adanya sumur, warga harus membeli air dengan harga Rp50.000 hingga Rp80.000 per meter kubik. Kini, mereka cukup membayar iuran operasional sekitar Rp5.000 hingga Rp7.000 per meter kubik.
Air yang sebelumnya menjadi beban, kini berubah menjadi sumber penghematan. Ruang ekonomi keluarga pun terbuka lebih luas, memungkinkan pengeluaran dialihkan ke kebutuhan yang lebih produktif.
Peresmian sarana air bersih dipusatkan di Musholla Baitul Rahman, Perumahan Villa Akasia Asri 2, Kecamatan Tenayan Raya. Empat sumur tersebut tersebar di sejumlah wilayah, yakni Kelurahan Bencah Lesung, Tuah Negeri, Umban Sari, dan Sialang Sakti.
Perubahan pun langsung dirasakan warga. Akses air bersih yang sebelumnya sulit kini berdampak pada peningkatan kesehatan, kelancaran aktivitas ibadah, hingga stabilitas ekonomi rumah tangga.
“Dulu kami kesulitan air bersih, bahkan berdampak pada kesehatan. Sekarang Alhamdulillah sudah sangat terbantu,” ungkap Prayetno, perwakilan warga penerima manfaat.
Project Manager Program JEMARI, Age Pranata, menegaskan bahwa program ini dirancang bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan gerakan berkelanjutan berbasis masyarakat.
“Program ini bersifat berkelanjutan. Pengelolaan dilakukan secara swadaya oleh masyarakat dengan pendampingan dari tim JEMARI. Kami juga mendorong konservasi air tanah, perilaku hidup bersih dan sehat, menjaga lingkungan, serta edukasi kepedulian sosial,” jelasnya.
Ia menambahkan, keberlanjutan menjadi kunci agar manfaat program terus berkembang.
“Harapannya, sarana ini tidak hanya bertahan, tetapi juga bertumbuh manfaatnya dan bahkan bisa membantu wilayah lain yang masih kesulitan air bersih,” tambahnya.
Ketua Yayasan Energi Kebaikan Rokan, Kukuh Kertasafari, menekankan pentingnya kolaborasi dalam menghadirkan dampak yang lebih luas.
“Ketika kebaikan dilakukan bersama, dampaknya bisa menjangkau lebih luas. Program ini menghadirkan air sekaligus harapan,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Ketua III BAZNAS Provinsi Riau, Jamaluddin, menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari optimalisasi pendayagunaan zakat untuk kemaslahatan umat.
“Air bersih adalah kebutuhan dasar. Melalui zakat, kita tidak hanya membantu hari ini, tetapi menghadirkan manfaat jangka panjang sebagai amal jariyah,” tegasnya.
Program JEMARI menjadi bukti bahwa zakat yang dikelola secara profesional mampu menciptakan dampak nyata: menyelesaikan krisis air, meningkatkan kesehatan, sekaligus menguatkan ekonomi masyarakat.
Dari air yang mengalir, kini lahir harapan—dan dari zakat, tumbuh kemandirian. (RLS/SID)
