Katakata.id – Sebagian besar titik kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di enam wilayah Kabupaten Siak mulai berhasil dipadamkan. Namun, pekerjaan tim gabungan belum selesai. Bara yang masih tersimpan di bawah permukaan lahan gambut menjadi ancaman munculnya kembali titik api.
Tim gabungan kini memusatkan perhatian pada proses pendinginan, penyekatan, serta patroli di lokasi yang api permukaannya telah padam.
Enam lokasi yang sebelumnya dilanda karhutla berada di Kampung Mengkapan, Kecamatan Sungai Apit; dua lokasi di Kecamatan Dayun; Dusun Bumi Jopan, Kecamatan Sungai Mandau; Desa Rantau Panjang, Kecamatan Koto Gasib; serta Kampung Tualang, Kecamatan Tualang.
Di Dusun II Kampung Mengkapan, api telah berhasil dipadamkan. Proses pendinginan bahkan telah dinyatakan selesai pada Rabu sore.
Kondisi serupa terjadi di areal PT BSP, Kampung Dayun. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 17.00 WIB dan tidak lagi terlihat asap di lokasi. Meski demikian, patroli tetap dilakukan untuk memastikan tidak ada bara yang kembali memicu kebakaran.
Namun, situasi berbeda terjadi di Dusun Suka Mulia, Kampung Dayun. Hingga Rabu petang, sejumlah bagian lahan masih terbakar dan kepulan asap tebal masih terlihat.
“Penanganan intensif masih dilakukan di Dusun Suka Mulia, Kampung Dayun. Hingga Rabu petang, api masih ditemukan di sejumlah bagian lahan dan asap tebal masih terlihat,” kata Kapolres Siak AKBP Sepuh Siregar, Kamis (10/9/2026).
Menurut Sepuh, personel tetap disiagakan di lokasi yang telah berhasil dipadamkan. Pendinginan dan patroli dilakukan untuk mencegah bara kembali menjadi api.
“Sekarang fokus tim adalah memastikan bara benar-benar padam, melakukan pendinginan dan terus berpatroli agar api tidak kembali muncul,” ujarnya.
Di lokasi yang masih terbakar, upaya pemadaman terus diperkuat. Tim membuat sekat bakar menggunakan alat berat untuk membatasi pergerakan api agar tidak meluas ke area lainnya.
“Untuk Suka Mulia, pemadaman masih menjadi perhatian karena masih terdapat api dan asap. Sekat bakar terus dibuat menggunakan alat berat dan penanganan dilanjutkan sampai kondisi benar-benar aman,” kata Sepuh.
Sementara itu, karhutla di Dusun Bumi Jopan, Kecamatan Sungai Mandau, telah berhasil dipadamkan. Tim kini melanjutkan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada bara yang tersisa.
Di areal PT DSI, Desa Rantau Panjang, Kecamatan Koto Gasib, api juga telah padam. Namun, asap masih ditemukan di sejumlah bagian lahan sehingga personel TNI, Polri dan pihak perusahaan tetap melakukan penyiraman.
Kondisi serupa terjadi di Dusun Surya, Kampung Tualang. Api telah berhasil dipadamkan, tetapi asap tebal masih muncul dari lahan yang terbakar.
Tim masih melakukan penyiraman dan penyekatan untuk mencegah api kembali menjalar. Penanganan di lokasi tersebut juga diperkuat dengan dukungan helikopter water bombing.
Puluhan mesin pemadam, mobil pemadam kebakaran hingga alat berat dikerahkan untuk mempercepat proses pemadaman, membuat sekat bakar dan melakukan pendinginan.
Sepuh mengatakan karakteristik lahan gambut menjadi salah satu tantangan terbesar dalam penanganan karhutla di Siak.
Api yang terlihat padam di permukaan belum tentu berarti kebakaran benar-benar berakhir. Bara dapat bertahan di bawah permukaan gambut dan sewaktu-waktu kembali muncul ketika kondisi mendukung.
“Karena sebagian lokasi merupakan lahan gambut, padam di permukaan belum berarti penanganan selesai. Bara di bawah gambut harus benar-benar dipastikan padam. Karena itu pendinginan dan patroli tetap kita lakukan,” jelasnya.
Situasi semakin menantang ketika cuaca panas, angin kencang yang berubah arah dan belum turunnya hujan masih terjadi.
Karena itu, tim gabungan tidak hanya mengejar api yang terlihat. Pendinginan dilakukan secara menyeluruh, sementara patroli terus digelar di lokasi yang dinyatakan padam.
“Kita tidak ingin bara api kembali membesar. Personel tetap berada di lapangan dan penanganan dilakukan sampai lokasi benar-benar dinyatakan aman,” tegas Sepuh.
Penanganan karhutla di Siak melibatkan berbagai unsur, mulai dari TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, pemerintah daerah, Masyarakat Peduli Api, perusahaan hingga masyarakat.
Api memang mulai banyak yang padam. Tetapi bagi tim di lapangan, padamnya api di permukaan bukan garis akhir. Selama bara masih tersimpan di dalam gambut, ancaman karhutla belum benar-benar selesai.(RSD/HBN)
