Katakata.id – Ketika gerakan mahasiswa kerap disalahpahami, difitnah, dan dipojokkan, kalangan intelektual tidak seharusnya memilih diam. Guru Besar Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, Prof. Manneke Budiman, menyerukan dukungan moral dan intelektual bagi mahasiswa yang bergerak mengkritik kekuasaan dan memperjuangkan perubahan.
Manneke menilai, para akademisi, dosen, ilmuwan, pendidik, dan orang tua memiliki tanggung jawab moral untuk berdiri bersama generasi muda. Menurut dia, perjuangan mahasiswa hari ini mengingatkan pada pengorbanan anak-anak muda dalam sejarah panjang bangsa Indonesia.
“Para pemimpin kita yang tampaknya tidak lagi ingat perjuangan pengorbanan anak-anak muda itu sekian puluh tahun yang lalu,” kata Manneke dalam video yang ditayangkan akun fiad.post, Rabu (28/10/2026).
Ia menegaskan, dukungan terhadap gerakan mahasiswa bukan semata-mata pilihan politik, melainkan juga bentuk tanggung jawab moral kalangan terdidik terhadap masa depan bangsa.
“Oleh sebab itu kami para orang tua, para pendidik, para dosen universitas, para intelektual, para ilmuwan punya kewajiban dan utang moral untuk mendukung gerakan ini secara moril, secara intelektual, dengan apa yang kita bisa di dalam kemampuan kita,” ujarnya.
Manneke menyoroti bagaimana gerakan anak muda, menurutnya, kerap disalahpahami dan mendapat stigma negatif. Padahal, ia memandang mahasiswa sebagai salah satu kekuatan masyarakat yang masih dapat diharapkan untuk mendorong perubahan.
Ia pun menyatakan dukungan terhadap gerakan mahasiswa di berbagai daerah yang menggugat kebijakan dan kinerja pemerintah.
“Kita tidak takut bersama-sama dengan mereka kita satu hati satu perjuangan mendukung gerakan para mahasiswa orang-orang muda di seantero negeri ini untuk menyelamatkan bangsa, untuk menggugat pemerintahan yang tidak kompeten yang telah menyalahgunakan kepercayaan yang diberikan oleh bangsa ini kepada mereka,” katanya.
Pernyataan itu menegaskan pentingnya peran masyarakat sipil dan kalangan akademisi dalam mengawasi kekuasaan. Dalam demokrasi, kritik terhadap pemerintah merupakan bagian dari ruang publik yang memungkinkan kebijakan dipersoalkan dan pejabat dituntut mempertanggungjawabkan mandatnya.
Bagi Manneke, dukungan terhadap mahasiswa tidak cukup berhenti pada pernyataan simpati. Ia mendorong adanya upaya nyata untuk mengubah keadaan sosial, politik, dan budaya yang dinilainya mengancam warisan para pendiri bangsa.
“Saatnya untuk sungguh-sungguh melakukan sesuatu mengubah realitas sosial, politik, dan kultural yang pada saat ini sungguh-sungguh menghancurkan semua yang diwariskan oleh para pendiri bangsa kita kepada kita pada hari ini,” ujarnya.
Di akhir pernyataannya, Manneke menyampaikan seruan singkat yang menegaskan dukungannya terhadap gerakan anak muda.
“Berjuang, bergerak, lawan!” pungkasnya.
Editor: Rasid Ahmad
