Katakata.id – Respons cepat aparat kepolisian kembali terlihat dalam menindak aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah Teluk Kuantan. Berbekal laporan masyarakat yang masuk melalui layanan Contact Center 110 pada Rabu (8/4/2026) sore, tim gabungan langsung bergerak menuju lokasi yang diduga menjadi titik aktivitas ilegal tersebut.
Tanpa membuang waktu, personel dari Polres Kuansing bersama Polsek Kuantan Tengah menyisir area Tobek Panjang, Desa Koto Taluk, Kecamatan Kuantan Tengah. Operasi ini dipimpin oleh IPDA Sapitri Asrinaldi bersama Ipda Jufri Antonius Lumban Gaol, serta didukung sejumlah personel lainnya.
Sesampainya di lokasi, petugas menemukan tiga unit alat tambang jenis setingkai. Namun, aktivitas penambangan sudah terhenti. Diduga kuat, para pelaku telah lebih dulu melarikan diri sebelum kedatangan aparat. Dari temuan tersebut, dua unit alat diketahui telah dibongkar, sementara satu unit lainnya masih berada di dalam kolam, diduga baru saja digunakan.
Tidak ingin memberi celah bagi praktik ilegal untuk kembali beroperasi, petugas langsung mengambil tindakan tegas. Ketiga alat tambang tersebut dimusnahkan di tempat dengan cara dirusak dan dibakar.
Selain penindakan, polisi juga memanfaatkan momen tersebut untuk memberikan edukasi kepada warga sekitar. Masyarakat diimbau agar tidak terlibat dalam aktivitas PETI yang tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga berdampak buruk terhadap lingkungan.
Kapolres Kuansing, AKBP Hidayat Perdana, menegaskan komitmen pihaknya dalam memberantas praktik tambang ilegal. Ia juga mengapresiasi peran aktif masyarakat dalam memberikan informasi.
“Setiap laporan yang masuk akan kami tindaklanjuti. Kami berharap masyarakat terus berperan aktif, khususnya melalui layanan 110, agar aktivitas ilegal seperti ini bisa segera dihentikan,” ujarnya.
Ia menambahkan, selain melanggar hukum, PETI juga berpotensi merusak lingkungan dan mengganggu kehidupan masyarakat, termasuk aktivitas sehari-hari dan ibadah.
Dengan langkah tegas ini, diharapkan praktik tambang ilegal di Kuansing dapat terus ditekan, sekaligus menumbuhkan kesadaran bersama untuk menjaga kelestarian lingkungan.(RSD/HBN)
