Katakata.id – Persepsi publik terhadap kondisi politik nasional mengalami penurunan tajam dalam sembilan bulan terakhir. Hasil survei terbaru Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menunjukkan hanya 13,5 persen masyarakat yang menilai kondisi politik Indonesia saat ini berada dalam kategori baik atau sangat baik.
Temuan tersebut dipaparkan Direktur Eksekutif SMRC, Deni Irvani, dalam presentasi hasil survei bertajuk “Kondisi Ekonomi Politik dan Approval Rating Presiden” yang disiarkan melalui kanal YouTube SMRC TV, Minggu (26/7/2026).
Deni menjelaskan, saat responden diminta menilai kondisi politik nasional secara umum, hanya 1,7 persen yang menjawab sangat baik dan 11,8 persen menyatakan baik. Sebaliknya, 31,7 persen responden menilai kondisi politik buruk, sementara 11,1 persen menyebut sangat buruk.
Selain itu, 33,6 persen responden menilai kondisi politik berada pada kategori sedang, sedangkan 10,2 persen lainnya tidak memberikan jawaban atau mengaku tidak tahu.
“Hanya 13,5 persen publik yang menilai kondisi politik nasional sekarang baik atau sangat baik, sementara yang menilai buruk atau sangat buruk jauh lebih besar, yaitu 42,8 persen,” ujar Deni.
SMRC juga mencatat tren penurunan persepsi positif yang cukup signifikan sejak akhir 2025. Pada survei November 2025, sebanyak 35,8 persen responden masih menilai kondisi politik nasional baik atau sangat baik.
Angka tersebut kemudian turun menjadi 27,1 persen pada survei Februari-Maret 2026, sebelum kembali merosot tajam menjadi 13,5 persen pada survei Juli 2026.
Sebaliknya, penilaian negatif terhadap kondisi politik terus meningkat. Jika pada November 2025 jumlah responden yang menilai kondisi politik buruk atau sangat buruk masih berada di angka 23 persen, maka pada Februari-Maret 2026 meningkat menjadi 28,1 persen, dan kini melonjak hingga 42,8 persen.
Deni mengatakan survei tersebut melibatkan 749 responden yang dipilih secara acak dari warga negara Indonesia yang telah memiliki hak pilih.
Pengumpulan data dilakukan pada 5 hingga 19 Juli 2026. Sebanyak 83,8 persen responden diwawancarai melalui sambungan telepon, sementara 16,2 persen lainnya diwawancarai secara tatap muka, menyesuaikan dengan kondisi kepemilikan telepon di masyarakat.
Survei ini memiliki margin of error sekitar ±3,7 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Menurut SMRC, suatu perbedaan hasil survei baru dapat dinilai signifikan apabila selisihnya mencapai sedikitnya dua kali margin of error atau sekitar 7,4 persen.
Editor: Rasid Ahmad
