Katakata.id – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru kembali menggelar pengajian rutin bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Masjid At-Taubah, Selasa (13/01/2026). Kegiatan ini menjadi bagian penting dari program pembinaan kepribadian berbasis keagamaan yang dilaksanakan secara berkelanjutan.
Pengajian rutin tersebut bertujuan untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, sekaligus membentuk karakter warga binaan agar lebih baik, berakhlak mulia, serta memiliki bekal spiritual sebagai modal utama saat kembali ke tengah masyarakat.
Kepala Lapas Kelas IIA Pekanbaru, Yuniarto, menegaskan bahwa pembinaan keagamaan memiliki peran strategis dalam membentuk mental dan spiritual warga binaan. Menurutnya, pengajian bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan sarana pembentukan nilai dan perubahan sikap.
“Melalui pengajian dan pembinaan keagamaan ini, kami berharap warga binaan mampu memperkuat keimanan, memperbaiki akhlak, dan menata kembali kehidupan mereka ke arah yang lebih baik. Ini merupakan bagian dari upaya kami mempersiapkan mereka agar siap kembali dan diterima di masyarakat,” ujar Yuniarto.
Kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang dilanjutkan dengan tausiyah keagamaan oleh ustadz pembina. Dalam ceramahnya, disampaikan pesan tentang pentingnya introspeksi diri, memperkuat iman, serta menjadikan masa pembinaan di dalam Lapas sebagai momentum hijrah menuju kehidupan yang lebih bermakna.
Antusiasme warga binaan terlihat dari keikutsertaan mereka dalam kegiatan ini. Salah seorang WBP mengungkapkan rasa syukurnya dapat mengikuti pengajian rutin tersebut. Ia mengaku kegiatan ini memberikan ketenangan batin sekaligus motivasi untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik.
“Kegiatan seperti ini membuat kami lebih tenang dan termotivasi untuk berubah. Kami belajar memperbaiki diri dan memperbanyak ibadah,” ungkapnya.
Melalui pengajian rutin yang terus dilaksanakan, Lapas Kelas IIA Pekanbaru berharap para warga binaan semakin menyadari pentingnya nilai spiritual dalam kehidupan. Pembinaan ini diharapkan menjadi bekal berharga bagi WBP untuk bertransformasi menjadi pribadi yang lebih baik, berakhlak, dan bermanfaat bagi masyarakat setelah menyelesaikan masa pidananya.(Rls/HBN)
