Katakata.id – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Naniek Sudaryati Deyang, memutuskan mengundurkan diri dari jabatannya setelah berpamitan kepada Presiden Prabowo Subianto untuk menjalani pengobatan jantung di luar negeri.
Keputusan tersebut disampaikan Naniek melalui akun media sosial pribadinya pada Selasa (21/7/2026). Ia mengaku berangkat ke luar negeri untuk mendapatkan second opinion terkait kondisi kesehatannya.
“Dengan berat hati akhirnya saya pamit Bapak Presiden untuk melakukan pengobatan di luar negeri untuk jantung saya. Rencananya hari ini saya berangkat,” tulis Naniek.
Naniek menegaskan, keputusannya berobat ke luar negeri bukan karena tidak percaya dengan kemampuan dokter di Indonesia. Menurutnya, langkah itu semata-mata untuk memperoleh pendapat medis kedua atas penyakit yang dideritanya.
Ia juga mengungkapkan telah menyampaikan permohonan pengunduran diri kepada Presiden Prabowo demi fokus menjalani pengobatan. Presiden, kata Naniek, menerima pengunduran dirinya namun tetap memintanya mengawasi jalannya BGN.
“Presiden menyetujui, namun saya diminta tetap ikut mengawasi BGN. Kemungkinan Presiden akan membentuk dewan pengawas dan saya diminta menjadi ketuanya,” ungkapnya.
Meski tak lagi menjabat sebagai Kepala BGN, Naniek memastikan tetap mendukung penuh pemerintahan Presiden Prabowo, khususnya pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menurutnya, selama 14 tahun mendampingi Prabowo, ia mengetahui secara langsung bahwa MBG bukanlah program bermuatan politik, melainkan upaya meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia.
“Program MBG benar-benar untuk intervensi gizi anak-anak agar tumbuh menjadi generasi emas dan menjaga kesehatan mereka,” ujarnya.
Naniek juga membantah anggapan bahwa program yang menyasar puluhan juta penerima manfaat itu berkaitan dengan kepentingan Pemilu 2029.
“Mayoritas penerima manfaat saat ini adalah balita hingga siswa SD. Tiga tahun lagi mereka belum memiliki hak pilih. Jadi anggapan bahwa MBG untuk kepentingan politik perlu diluruskan,” katanya.
Ia menilai program MBG juga memberikan dampak ekonomi yang besar bagi masyarakat. Saat pelaksanaan MBG sempat berhenti selama tiga pekan karena libur sekolah, petani, peternak, hingga pedagang merasakan penurunan permintaan yang menyebabkan harga hasil pertanian dan peternakan anjlok.
Sebelum mengundurkan diri, Naniek mengaku telah meletakkan fondasi reformasi di tubuh BGN. Salah satunya dengan mengganti lima pejabat eselon I yang berasal dari Kementerian Kesehatan, Kemendikdasmen, Kementerian Keuangan, BPKP, dan Kejaksaan untuk memperkuat profesionalisme lembaga.
Selain itu, BGN juga membentuk 11 tim reformasi yang bertugas melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program MBG, mulai dari ketepatan sasaran lebih dari 62 juta penerima manfaat, evaluasi 27.877 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), hingga penyusunan strategi pelaksanaan MBG di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Naniek berharap penggantinya dapat melanjutkan reformasi yang telah dimulai.
“Insyaallah pengganti saya adalah adik saya yang kalau terjadi penyimpangan masih bisa saya jewer,” ujarnya.
Ia pun mengajak seluruh masyarakat mendukung keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis demi masa depan anak-anak Indonesia sekaligus menggerakkan perekonomian daerah.
Sementara itu, Asisten Khusus Presiden RI, Dirgayuza Setiawan, membenarkan bahwa Naniek telah berpamitan kepada Presiden untuk menjalani pengobatan sekaligus mengundurkan diri sebagai Kepala BGN.
Dirgayuza mengaku mengenal Naniek sejak menjelang Pemilu 2014 dan menilai kepeduliannya terhadap masyarakat tidak pernah berubah.
“Selama lebih dari satu dekade, ada satu hal yang tidak pernah berubah yakni beliau tak pernah bisa diam ketika melihat rakyat menghadapi kesulitan,” ujarnya.
Ia menyebut, dalam sekitar satu setengah bulan memimpin BGN, Naniek telah melakukan berbagai langkah reformasi, di antaranya mengevaluasi hampir 28.000 SPPG, mengklasifikasikan sekitar 3.000 dapur berdasarkan standar mutu, menghentikan ekspansi dapur di wilayah yang sudah jenuh, menemukan 414 SPPG bermasalah sehingga ratusan miliar rupiah dapat diselamatkan ke kas negara, membentuk 11 tim reformasi, serta memfokuskan penerima manfaat MBG kepada kelompok yang paling membutuhkan.
Menurut Dirgayuza, Presiden Prabowo tetap meminta Naniek berperan mengawasi BGN setelah menjalani pemulihan kesehatan.
“Selamat berobat, Bu Nanik. Indonesia masih membutuhkan langkah Ibu,” tutupnya.
Editor: Rasid Ahmad
