Katakata.id – Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyampaikan apresiasi mendalam kepada publik, terutama para netizen, atas meluasnya dukungan terhadap gerakan #SaveTessoNilo yang dalam beberapa hari terakhir ramai di berbagai platform digital. Gelombang solidaritas itu disebut memberi energi baru bagi pemerintah dalam mempercepat pemulihan habitat Taman Nasional Tesso Nilo, salah satu benteng terakhir gajah Sumatra.
Raja Antoni menegaskan bahwa dukungan publik tersebut tidak hanya menjadi penyemangat, tetapi juga memperkuat komitmen pemerintah dalam mengambil langkah-langkah tegas di lapangan. Terlebih setelah insiden penghancuran posko pengamanan, simpati masyarakat meningkat tajam dan menjadikan isu lingkungan hidup semakin menjadi perhatian generasi digital.
“Lima sampai enam bulan terakhir kami bekerja keras mengambil alih Tesso Nilo untuk memperbaiki habitatnya. Dengan kejadian terakhir, dukungan publik di media sosial lewat #SaveTessoNilo membuat kami lebih yakin dan bersemangat mengamankan habitat Gajah Domang dan saudara-saudaranya,” ujar Raja Antoni mengutip siaran pers, Jumat (28/11/2025).
Ia menilai, tumbuhnya kesadaran publik menunjukkan bahwa perlindungan Tesso Nilo bukan hanya tugas pemerintah, tetapi agenda bersama yang menghubungkan kepedulian warga, masyarakat lokal, dan seluruh pemangku kepentingan.
Selain apresiasi dukungan publik, Raja Antoni juga menyampaikan perkembangan terbaru program restorasi Tesso Nilo. Ia mengungkapkan bahwa Wakil Menteri Kehutanan Rohmat Marzuki telah memulai rehabilitasi awal seluas 511 hektare sekitar tiga minggu lalu.
Pemerintah kini menargetkan restorasi fokus pada 31 ribu hektare terlebih dahulu, sebelum nantinya diperluas hingga mencapai 80 ribu hektare sesuai Surat Keputusan terbaru.
“Insya Allah sesegera mungkin. Saya juga sudah memiliki komitmen sekitar 7 ribu hektare lagi untuk ditanam. Kita fokus di areal 31 ribu hektare ini dulu, dan nanti bertahap bisa ke 80 ribu hektare Taman Nasional,” jelasnya.
Menhut kembali mengajak seluruh masyarakat untuk terus mengawal keberlanjutan upaya restorasi. Menurutnya, keberhasilan melindungi habitat Gajah Sumatra membutuhkan kolaborasi jangka panjang antara pemerintah dan masyarakat.
“Dukungan publik adalah bukti bahwa kepedulian lingkungan hidup semakin mengakar. Kita jaga bersama Tesso Nilo,” tegasnya.
Sumber: SIARAN PERS Nomor: SP.349/HUMAS/PP/HMS.3/11/2025
