Katakata.id – Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyoroti keputusan Presiden mencopot Menteri Keuangan Purbaya Yudi Sadewa dan menggantinya dengan Sua Hasil Nasara.
Mahfud menyambut positif penunjukan Suahasil sebagai Menteri Keuangan yang baru. Ia menyebut Sua Hasil sebagai birokrat profesional yang dikenalnya selama bekerja bersama selama empat hingga lima tahun ketika Mahfud menjabat sebagai Menko Polhukam.
Menurut Mahfud, Suahasil merupakan sosok yang profesional, teliti, dan tidak banyak bicara. Karakter tersebut dinilai menjadi modal penting untuk memperbaiki kinerja Kementerian Keuangan.
“Dia profesional, tidak banyak bicara. Mudah-mudahan bisa bekerja lebih baik dan memperbaiki keadaan,” ujar Mahfud dalam pembahasan yang dikutip dari Kanal Youtube miliknya, Senin (14/9/2026).
Di sisi lain, Mahfud menilai Purbaya memiliki dua kelemahan mendasar selama menjabat sebagai Menteri Keuangan.
Pertama, persoalan komunikasi publik. Mahfud menilai komunikasi Purbaya buruk dan tidak proper. Ia menyebut Purbaya kerap tampil terlalu percaya diri, sesumbar bahwa persoalan ekonomi mudah diselesaikan, serta cenderung meremehkan pihak lain atau pakar yang mengajukan pertanyaan.
Sikap tersebut, menurut Mahfud, justru dapat menimbulkan persoalan baru. Pernyataan pejabat publik semestinya tidak hanya terdengar meyakinkan, tetapi juga harus terukur, santun, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Kelemahan kedua menyangkut substansi kebijakan. Mahfud menyoroti sejumlah janji Purbaya yang dinilai tidak terealisasi atau berubah-ubah.
Ia menyinggung persoalan proyek Whoosh dan pengelolaan keuangan daerah sebagai contoh. Janji yang tidak kunjung terpenuhi dapat menciptakan kesan bahwa pemerintah tidak memiliki kepastian arah kebijakan.
“Kalau janji berubah-ubah dan tidak terlaksana, itu membuat masyarakat kehilangan harapan,” demikian inti kritik Mahfud terhadap kinerja Purbaya.
Mahfud juga menilai seorang menteri seharusnya mampu menjadi buffer atau pelindung bagi kebijakan pemerintah. Artinya, menteri harus mampu menjelaskan kebijakan secara baik kepada publik, bukan justru memperbesar kontroversi melalui pernyataan yang berlebihan.
Meski mengkritik Purbaya, Mahfud memberikan apresiasi terhadap Presiden. Ia menilai keputusan pencopotan tersebut menunjukkan bahwa Presiden cukup tanggap dalam merespons keluhan masyarakat.
Bagi Mahfud, respons terhadap kritik publik merupakan bagian penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Pergantian pejabat dapat menjadi bentuk evaluasi ketika kinerja dan komunikasi seorang pejabat dinilai tidak lagi memenuhi harapan.
Namun, pergantian menteri tidak cukup berhenti pada perubahan nama. Tantangan Suahasil berikutnya adalah membuktikan bahwa dirinya mampu memperbaiki komunikasi publik, menjaga konsistensi kebijakan, memenuhi janji pemerintah, serta membenahi pengelolaan keuangan secara lebih efektif dan transparan.
Sebab, bagi masyarakat, ukuran keberhasilan pemerintah bukan semata siapa yang menduduki kursi menteri. Ukurannya adalah apakah kebijakan yang dibuat benar-benar menghadirkan kepastian, menjawab persoalan, dan dirasakan manfaatnya oleh publik.
Editor: Rasid Ahmad
Sumber: Youtube Mahfud MD Official
