Katakata.id – Upaya menemukan kasus tuberkulosis (TB) secara dini terus digencarkan di Kabupaten Kepulauan Meranti. Kali ini, UPT Puskesmas Kedabu Rapat turun langsung ke tengah masyarakat Desa Kedabu Rapat dengan menyasar 100 warga dalam kegiatan tracing TB.
Yang menarik, pemeriksaan tersebut digelar bersamaan dengan Cek Kesehatan Gratis (CKG). Masyarakat pun mendapat kesempatan tidak hanya menjalani pemeriksaan terkait TB, tetapi juga mengetahui kondisi kesehatan mereka secara lebih menyeluruh.
Kepala UPT Puskesmas Kedabu Rapat, dr. Ruspa Syamda, mengatakan 100 warga menjadi sasaran dalam kegiatan tracing tersebut.
“Untuk kegiatan tracing TB ini, sasaran kita sebanyak 100 orang masyarakat,” ujar Ruspa dikutip dari serangkai.co–jaringan katakata.id, Jumat (14/8/2026).
Menurutnya, pemeriksaan langsung di tengah masyarakat menjadi langkah penting untuk menemukan potensi kasus TB sedini mungkin. Jika ditemukan warga yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut, petugas dapat segera mengarahkan yang bersangkutan ke fasilitas pelayanan kesehatan.
Langkah tersebut diharapkan mampu mempercepat penanganan sekaligus mencegah penyebaran TB di tengah masyarakat.
Pelaksanaan tracing TB yang dipadukan dengan CKG juga mendapat dukungan dari Pemerintah Desa Kedabu Rapat.
Kepala Desa Kedabu Rapat, Mahadi, bahkan ikut menjalani pemeriksaan bersama masyarakat. Ia menilai keterlibatan pemerintah desa dalam kegiatan kesehatan penting untuk membangun kesadaran warga bahwa pemeriksaan kesehatan tidak perlu menunggu sampai muncul keluhan.
“Ini merupakan kegiatan yang sangat positif bagi masyarakat. Kami tentu mendukung penuh program kesehatan seperti ini. Saya juga ikut melakukan *tracing* TB dan cek kesehatan gratis bersama masyarakat,” ujarnya.
Mahadi sekaligus mengajak masyarakat memanfaatkan berbagai layanan kesehatan yang disediakan pemerintah, termasuk pemeriksaan TB dan CKG.
Menurutnya, semakin banyak masyarakat yang bersedia memeriksakan diri, semakin cepat pula potensi gangguan kesehatan dapat diketahui dan ditangani.
Sinergi Puskesmas dan pemerintah desa melalui kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti pada pemeriksaan semata. Lebih jauh, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun budaya masyarakat yang lebih peduli terhadap kesehatan.
Dengan tracing TB, potensi kasus dapat ditemukan lebih awal. Sementara CKG memberi ruang bagi warga untuk mengetahui kondisi kesehatan secara lebih luas sehingga langkah pencegahan maupun pengobatan dapat dilakukan sedini mungkin.
Sebab, dalam menghadapi TB, menemukan lebih cepat berarti memberi peluang lebih besar untuk mencegah penularan dan menyelamatkan lebih banyak orang.
Editor: Rasid Ahmad
