Katakata.id – Pada April 2026, Provinsi Riau mengalami inflasi secara tahunan (year on year/y-on-y) sebesar 2,37 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) mencapai 112,03.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Riau, inflasi tertinggi terjadi di Tembilahan sebesar 3,61 persen dengan IHK 113,32. Sementara itu, inflasi terendah tercatat di Kabupaten Kampar sebesar 1,51 persen dengan IHK 112,57.
Kepala BPS Riau, Asep Riyadi, menjelaskan bahwa inflasi tahunan terjadi akibat kenaikan harga pada sebagian besar kelompok pengeluaran.
“Inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sembilan kelompok pengeluaran,” ujarnya, Senin (4/5/2026).
Kelompok dengan kenaikan tertinggi adalah perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 12,57 persen, diikuti pendidikan sebesar 5,08 persen, serta penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 2,51 persen.
Selain itu, kelompok transportasi mengalami inflasi 1,76 persen, kesehatan 1,63 persen, makanan, minuman dan tembakau 1,50 persen, informasi, komunikasi dan jasa keuangan 1,04 persen, perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga 1,00 persen, serta pakaian dan alas kaki sebesar 0,62 persen.
Di sisi lain, dua kelompok pengeluaran mengalami deflasi, yakni perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,87 persen serta rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,04 persen.
Secara bulanan (month to month/m-to-m), Riau mengalami inflasi sebesar 0,17 persen pada April 2026. Sementara secara tahun kalender (year to date/y-to-d), tercatat deflasi sebesar 0,15 persen. (SID)
