Katakata.id – Dalam momentum bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah yang penuh keberkahan, Energi Kebaikan Rokan secara resmi mengumumkan penetapannya sebagai Lembaga Amil Zakat (LAZ) tingkat Provinsi Riau. Pengumuman tersebut disampaikan dalam kegiatan press release yang digelar di Bono Hotel Pekanbaru, Jumat (6/3/2026), dan dirangkai dengan buka puasa bersama.
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 16.30 WIB hingga 18.45 WIB itu dihadiri sejumlah tokoh dari pemerintah, kementerian, serta lembaga filantropi nasional.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kasubdit Bina Kelembagaan dan Kerja Sama Zakat dan Wakaf Kementerian Agama RI KH Muhibuddin, Ketua Forum Zakat (FOZ) Nasional Wildhan Dewayana, serta Kepala Bidang Penerangan Agama Islam, Zakat dan Wakaf (PENAISZAWA) Kanwil Kemenag Riau Masjekki Amri.
Selain itu, hadir pula perwakilan pemerintah daerah, yakni Gubernur Riau yang diwakili Kepala Bidang Energi Baru dan Terbarukan Dinas ESDM Provinsi Riau Baharufahmi, serta Wali Kota Pekanbaru yang diwakili Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Sarbaini.
Dari jajaran internal lembaga, kegiatan tersebut dihadiri langsung Ketua Yayasan Energi Kebaikan Rokan Kukuh Kertasafari, Pembina Yayasan Energi Kebaikan Rokan Akson Brahmantyo, Direktur Energi Kebaikan Rokan Very Rosnedy, serta Wakil Direktur Hengky Darma Satria.
Penetapan Energi Kebaikan Rokan sebagai LAZ tingkat provinsi menjadi tonggak penting dalam perjalanan lembaga sebagai organisasi filantropi Islam yang berkomitmen menghadirkan manfaat luas bagi masyarakat.
Status tersebut tidak hanya menjadi pengakuan atas kinerja dan dedikasi yang telah dilakukan selama ini, tetapi juga membuka peluang lebih besar bagi lembaga untuk memperluas jangkauan pelayanan, meningkatkan profesionalitas pengelolaan zakat, serta memperkuat kepercayaan publik terhadap pengelolaan dana zakat, infak, sedekah, dan wakaf.
Kasubdit Bina Kelembagaan dan Kerja Sama Zakat dan Wakaf Kementerian Agama RI, KH Muhibuddin, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas capaian Energi Kebaikan Rokan yang kini resmi menjadi LAZ tingkat provinsi.
Menurutnya, keberadaan lembaga amil zakat yang profesional dan kredibel sangat penting dalam memperkuat ekosistem zakat nasional.
“Zakat memiliki potensi besar sebagai instrumen pemberdayaan umat dan pengentasan kemiskinan. Karena itu, keberadaan LAZ yang dikelola secara profesional, transparan, dan akuntabel sangat dibutuhkan. Kami berharap Energi Kebaikan Rokan dapat terus memperkuat tata kelola kelembagaan serta memperluas manfaat zakat bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, lembaga zakat, dan masyarakat dalam mengoptimalkan potensi zakat di berbagai daerah.
Sementara itu, Ketua Forum Zakat (FOZ) Nasional Wildhan Dewayana menyebut bergabungnya Energi Kebaikan Rokan sebagai LAZ Provinsi Riau akan memperkuat jaringan lembaga zakat di Indonesia.
Menurutnya, lembaga zakat memiliki peran strategis dalam membangun gerakan filantropi Islam yang profesional serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Forum Zakat terus mendorong lembaga zakat di Indonesia untuk meningkatkan profesionalitas, transparansi, serta inovasi program pemberdayaan. Kami melihat Energi Kebaikan Rokan memiliki potensi besar untuk berkembang dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Riau,” ungkapnya.
Ketua Yayasan Energi Kebaikan Rokan Kukuh Kertasafari mengatakan penetapan sebagai LAZ Provinsi Riau merupakan amanah besar yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab.
“Status ini bukan sekadar pengakuan administratif, tetapi merupakan amanah besar untuk mengelola zakat secara profesional, transparan, dan berdampak luas bagi masyarakat. Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan tata kelola lembaga, memperluas manfaat program, serta menjaga kepercayaan para muzaki dan mitra,” jelasnya.
Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Energi Kebaikan Rokan dengan Kanwil Kementerian Agama Provinsi Riau serta HPC Sumatera sebagai bentuk penguatan sinergi dalam pengelolaan dan pengembangan program zakat, infak, sedekah, dan wakaf di wilayah Riau.
Selain itu, Energi Kebaikan Rokan turut memaparkan Public Expose Laporan Kinerja Tahun 2025 dan menyerahkan secara simbolis hasil audit laporan keuangan dengan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) tahun 2025 sebagai bentuk komitmen terhadap transparansi dan akuntabilitas lembaga.
Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan simbolis bantuan untuk sejumlah program unggulan, seperti Program Panti Madani, Program Air Bersih, serta Program Sembako Dhuafa.
Memanfaatkan momentum Ramadhan 1447 H, Energi Kebaikan Rokan juga meluncurkan berbagai program sosial yang menyasar kelompok rentan seperti dhuafa, anak yatim, lansia, dan masyarakat terdampak bencana.
Beberapa program yang diperkenalkan antara lain Belanja Bareng Yatim, Buka dan Sahur Bersama Anak Panti, Ta’jil Ramadhan untuk Anak Panti, Sembako Murah, Sembako Dhuafa, Tebar Da’i Kebaikan, serta Kado Lebaran untuk Lansia dan Mualaf.
Selain itu terdapat pula program kepedulian sosial seperti Gerakan Bantu Tetangga, Sebar Ta’jil Ramadhan untuk Korban Bencana, Sebar Fidyah, hingga kegiatan bersih-bersih masjid di lokasi bencana.
Energi Kebaikan Rokan juga menjalankan berbagai program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat, seperti penyediaan alat ibadah, fasilitas air bersih untuk masjid di daerah terdampak bencana, pembangunan sumur bor air bersih, hingga instalasi pengolahan air minum bagi masyarakat yang membutuhkan.
Melalui momentum Ramadhan ini, Energi Kebaikan Rokan turut mengajak masyarakat untuk menunaikan zakat, memperbanyak sedekah, serta menyalurkan wakaf melalui lembaga resmi yang terpercaya agar potensi zakat di Provinsi Riau dapat dioptimalkan untuk membantu mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kegiatan tersebut juga menjadi ruang dialog antara lembaga, pemerintah, media, dan mitra strategis untuk memperkuat kolaborasi dalam pengelolaan zakat di masa mendatang.
Acara kemudian ditutup dengan buka puasa bersama seluruh tamu undangan sebagai simbol kebersamaan dan sinergi dalam membangun ekosistem filantropi Islam yang kuat di Provinsi Riau.(Rilis)
