Katakata.id – Kemunculan seekor beruang di sekitar permukiman warga Desa Kuntu, Kecamatan Kampar Kiri, Kabupaten Kampar, membuat warga waspada. Merespons laporan tersebut, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau langsung mengerahkan tim ke lokasi dengan membawa box trap.
Tim diterjunkan pada Rabu (2/9/2026) dan segera berkoordinasi dengan aparat pemerintah setempat untuk memastikan penanganan satwa liar tersebut berjalan aman.
Kabid Teknis BBKSDA Riau, Ujang Holisudin, mengatakan berdasarkan laporan masyarakat, beruang tersebut telah terlihat di sekitar permukiman sejak Sabtu malam hingga Rabu pagi.
“Menurut laporan warga, beruang tersebut berada di sekitar permukiman sejak Sabtu malam hingga Rabu (2/9/2026) pagi,” ujar Ujang, Kamis (3/9/2026).
Setibanya di lokasi pada Kamis sore, petugas langsung mendatangi titik yang dilaporkan menjadi lokasi kemunculan satwa tersebut.
Petugas kemudian memasang box trap sebagai bagian dari upaya penanganan dan evakuasi beruang agar tidak terus mendekati kawasan permukiman.
Namun, penanganan tidak hanya dilakukan melalui pemasangan perangkap. BBKSDA Riau juga memberikan sosialisasi kepada warga mengenai langkah yang perlu dilakukan apabila kembali melihat beruang.
Masyarakat diminta tidak mendekati, mengejar, mengganggu, apalagi mencoba menangkap satwa tersebut secara mandiri.
Warga juga diminta segera melaporkan setiap kemunculan beruang kepada perangkat desa maupun petugas BKSDA sehingga dapat ditindaklanjuti dengan penanganan yang tepat.
“Segera laporkan kepada perangkat desa atau pihak BKSDA jika kembali melihat keberadaan beruang di sekitar permukiman,” pesan Ujang.
Langkah cepat BBKSDA Riau ini menjadi penting untuk mencegah terjadinya konflik antara manusia dan satwa liar. Di satu sisi keselamatan warga harus dijaga, sementara di sisi lain satwa dilindungi juga perlu ditangani tanpa tindakan yang dapat membahayakan keberadaannya.
Untuk sementara, warga Desa Kuntu diimbau meningkatkan kewaspadaan dan tidak mengambil tindakan sendiri apabila beruang kembali terlihat di sekitar permukiman. Warga waspada, satwa tetap terlindungi.(RSD/HBN)
