Katakata.id — Suasana hangat dan penuh semangat menyambut kedatangan Abdul Mu’ti di SD Negeri 5 Batang Anai. Lantunan lagu Rukun Sama Teman dari para murid menjadi pembuka momen peresmian 26 Ruang Kelas Darurat (RKD) yang dibangun di berbagai wilayah Sumatra Barat pascabencana banjir akhir November 2025.
Melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, pemerintah berhasil membangun puluhan RKD tersebut dengan total anggaran mencapai Rp1,3 miliar. Kehadiran ruang kelas darurat ini menjadi solusi cepat agar kegiatan belajar mengajar tetap berjalan meski infrastruktur sekolah terdampak bencana.
Dalam kesempatan itu, Menteri Abdul Mu’ti mengungkapkan bahwa pembangunan RKD hanyalah bagian dari upaya besar pemulihan pendidikan. Pada tahun 2026, pemerintah juga mengalokasikan program revitalisasi bagi 322 satuan pendidikan di Sumatra Barat.
“Dari jumlah tersebut, 301 sekolah dibangun melalui skema swakelola, sementara 21 lainnya bekerja sama dengan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat,” ujarnya mengutip siaran persnya, Sabtu (18/4/2026).
Ratusan sekolah yang direvitalisasi tersebut terdiri dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari PAUD hingga SLB. Hingga kini, pembangunan tahap pertama telah mencapai progres 70 persen dengan nilai anggaran Rp167,53 miliar. Pemerintah berharap, langkah ini dapat memastikan proses pembelajaran kembali berjalan normal dan optimal.
Keberhasilan pembangunan RKD ini juga tidak lepas dari kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, dinas pendidikan, masyarakat, hingga mitra strategis lainnya. Menteri Mu’ti pun mengapresiasi semangat para siswa yang tetap antusias belajar, bahkan memanfaatkan fasilitas seperti Interactive Flat Panel untuk mendukung kegiatan akademik.
“Teruslah belajar dengan semangat. RKD ini memang sementara, tetapi nantinya sekolah akan dibangun kembali agar kalian bisa belajar dengan lebih nyaman,” pesan Abdul Mu’ti kepada para siswa.
Kehadiran RKD membawa kebahagiaan tersendiri bagi para murid. Mutia, siswi kelas enam, mengaku senang bisa kembali belajar di ruang kelas setelah sebelumnya harus belajar di tenda darurat.
“Kami sekarang punya bangku, meja, dan papan tulis lagi. Senang sekali rasanya,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan Fahira Romadona Putri, siswi kelas lima, yang juga menerima bantuan perlengkapan sekolah. Ia mengucapkan terima kasih kepada Prabowo Subianto dan Menteri Pendidikan atas perhatian yang diberikan.
Di sisi lain, Kepala SDN 5 Batang Anai, Gusniarti, mengungkapkan rasa syukur atas pembangunan lima RKD di sekolahnya. Ia menceritakan bahwa banjir sebelumnya telah merusak hampir seluruh ruang kelas, menyisakan satu bangunan perpustakaan.
“Pembangunan RKD ini hanya memakan waktu sepuluh hari. Kini murid-murid bisa kembali belajar di ruang kelas. Ini sangat berarti bagi kami,” tuturnya.
Secara keseluruhan, 26 RKD yang dibangun tersebar di dua wilayah, yakni 21 unit di Kabupaten Agam dan 5 unit di Kabupaten Padang Pariaman. Kehadiran fasilitas ini menjadi simbol kebangkitan dunia pendidikan di Sumatra Barat pascabencana, sekaligus harapan baru bagi para siswa untuk kembali belajar dengan semangat dan keceriaan.
Sumber: Siaran Pers Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor: 291/sipers/A6/IV/2026
Editor: Rasid Ahmad
