Katakata.id – Akademi Basolang melaksanakan ekspedisi budaya ke Desa Betung, Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau, pada 1–2 November 2025. Kegiatan ini bertujuan untuk mengenal dan mengeksplorasi lebih dalam budaya Melayu Petalangan yang masih lestari di tengah masyarakat.
Sebanyak 100 peserta yang terdiri dari mahasiswa mengikuti ekspedisi ini. Selama kegiatan, mereka berkesempatan menyaksikan langsung berbagai tradisi masyarakat Petalangan, termasuk prosesi Basolang atau gotong royong warga, serta menikmati hidangan khas Melayu Petalangan seperti ikan selais, ayam kampung, dan berbagai lalapan tradisional.
Puncak kegiatan ekspedisi adalah pertunjukan pengobatan tradisional Badeo, salah satu warisan budaya Suku Petalangan yang masih dipertahankan hingga kini. Ritual pengobatan ini dilakukan dengan melibatkan kemantan dan pebayu sebagai pelaksana upacara.
Selain itu, tim Akademi Basolang juga melakukan pendokumentasian budaya Petalangan, meliputi berbagai peralatan hidup tradisional seperti gantang, sukat, dan bakul, yang menjadi bagian penting dalam keseharian masyarakat Petalangan.

Dalam kesempatan tersebut, tim Akademi Basolang turut menyoroti kondisi Balai Putih Gunjung Laut, salah satu balai adat Petalangan di kawasan Danau Betung yang kini terbengkalai.
Direktur Akademi Basolang, Robi Armilus S.Sos M.Si, mengimbau pemerintah daerah Provinsi Riau dan Kabupaten Pelalawan untuk segera melakukan rehabilitasi bangunan serta mendukung upaya pelestarian budaya Petalangan.
“Balai adat ini adalah simbol kebudayaan masyarakat Petalangan. Kami berharap pemerintah dapat memberikan perhatian dan dukungan agar warisan budaya ini tidak hilang,” ujarnya.
Kepala Desa Betung, Darman, S.E., menyambut baik kegiatan ekspedisi tersebut dan mengapresiasi perhatian Akademi Basolang terhadap masyarakatnya.
“Kami sangat berterima kasih atas perhatian Akademi Basolang terhadap Desa Betung. Semoga kegiatan ini menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam melestarikan budaya Melayu Petalangan,” ucapnya.
Melalui ekspedisi ini, Akademi Basolang berharap dapat menumbuhkan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya pelestarian budaya Melayu Petalangan agar tetap hidup dan menjadi bagian dari identitas masyarakat Riau. (RB/RA)
